Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Siang Ini, Dul Divonis

Written By Unknown on Rabu, 16 Juli 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID - Putra musisi Ahmad Dhani yang menjadi terdakwa kasus kecelakaan di kilometer 8-200 Tol Jagorawi, AQJ alias Dul (14), akan menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (16/7/2014).

"Iya, besok (Rabu) sidang dimulai sebelum jam dua belas siang lah. Jadi sidangnya akan terbuka dan wartawan boleh masuk. Selama ini kan sidangnya memang tertutup. Tetapi pas vonis itu memang terbuka," kata Kuasa Hukum Dul, Lydia Wongsonegoro, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/7/2014) malam.

Menurut Lydia, Dul terus bertanya kepadanya tentang putusan apa yang akan dia terima. Lydia pun berharap majelis hakim mempertimbangkan pleidoi yang disampaikan dalam sidang beberapa waktu lalu.

Lydia berharap Dul mendapat vonis untuk dikembalikan kepada orangtuanya karena masih di bawah umur. Dia pun menegaskan kecelakaan tersebut merupakan musibah. "Ini sesuatu yang tidak diinginkan. Ini sebuah musibah," ujar dia. Rencananya, kedua orangtua Dul yakni Dhani dan Maia Estianti akan hadir dalam sidang pembacaan vonis ini.

Dalam tuntutan jaksa penutut umum, putra bungsu Dhani itu dituntut dua tahun masa percobaan dan satu tahun penjara. Apabila selama masa percobaan dua tahun tersebut Dul melakukan perbuatan melanggar hukum, maka dia akan menjalani hukuman kurungan satu tahun penjara.

Dul terlibat kecelakaan di Tol Jagorawi pada 8 September 2013. Mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan lalu menghantam dua kendaraan lainnya yakni Toyota Avanza B 1882 UZJ dan Daihatsu Grandmax B 1349 TFM.

Enam orang tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang lagi meninggal di rumah sakit. Selain itu, sembilan orang lain juga terluka karena kecelakaan ini. Adapun Dul mengalami patah tulang kaki dan beberapa cedera lain.

Dari kasus tersebut, Dul menghadapi tiga dakwaan kumulatif memakai delik Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dakwaan pertama yakni pasal 310 ayat 4, kedua pasal 310 ayat 2 dan 3, dan ketiga pasal 310 ayat 1. Ancaman hukuman dalam pasal ini terendah satu tahun penjara sementara maksimal enam tahun penjara.


11.35 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Bolsel Ketok Nilai Zakat Fitrah

Zakat Fitra Khusus Bolsel Ditetapkan

TRIBUNMANADO.CO.ID - Zakat Fitrah khusus kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berhasil di tetapkan. Ketetapan itu merupakan hasil pertemuan antara Kementrian Agama (Kemenag) Bolsel dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel Selasa (15/7) di Molibagu.

Menurut Kabag Humas Pemkab Bolsel, Ahmadi Modeong, Zakat Fitrah khusus Bolsel terbagi tiga cluster.

"Pertama Rp 25 ribu, kedua Rp 22.500 dan ketiga Rp 18.500," ujarnya.

Pertemuan itu sendiri juga menyepakati infak untuk kabupaten Bolsel. Infak itu juga dibedakan antara infak untuk umum atau masyarakat dan infak untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)

"Untuk yang umum,  infak Rp 2 ribu dan infak untuk PNS Rp 20 Ribu," katanya.

Yang terakhir disepakati juga ketentuan pembayaran Zakat Mal.  Zakat Mal, menurut Modeong, sesuai penghasilan potongan 2,5 % dalam setahun. (dma)


11.35 | 0 komentar | Read More

Ada Jagal Ogah Sembelih Sapi Betina. Lho, Kenapa?

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan tahun Jatim menjadi lumbung sapi. Tak kurang dari 32 persen produksinya dilempar keluar.

Namun sekarang bayang-bayang krisis daging menggelayuti  provinsi ini.

Sejak lulus dari SMA, Apriyadi (48) telah bergelut dalam dunia jagal sapi. Keahlian itu diturunkan dari sang ayah.

Sama halnya dengan sang ayah yang telah almarhum, pria asal Jl Pulo Tegalsari, Surabaya itu tidak pernah mau menyembelih sapi betina.

Sapi betina, khususnya sapi betina produktif  dilarang untuk dipotong. Tapi, di banyak rumah pemotongan hewan (RPH) di Jatim, larangan dalam UU 3/2012 itu hanya menjadi hiasan.

Faktanya, sapi betina produktif, justru mendominasi RPH. Para jagal pun dengan santai menyembelihnya.

Hanya sedikit jagal yang ogah melakukannya. Apriyadi adalah satu dari sedikit jagal yang pantang menyembelih sapi betina.

"Saya tidak pernah mau sekali pun memotong sapi betina. Bahkan, sebelum ada peraturan. Saya takut  kualat," katanya saat ditemui Surya akhir pekan lalu di Surabaya.

Jagal sapi di RPH Pegirikan Surabaya ini mengungkapkan, pantang menyembelih sapi betina itu merupakan wasiat dari ayahnya, almarhum Akhmad.

Dulu, ayahnya juga seorang jagal. Apriyadi sendiri mulanya hanya membantu ayahnya menjagal sapi. Itu dilakukan  sejak dia lulus SMA pada 1980-an.

Selama bertahun-tahun mendampingi ayah, Apriyadi selalu dinasihati untuk tidak sekali pun memotong sapi betina.

"Bapak saya waktu itu bilangnya cuma begini; pokoknya kalau sampai memotong sapi betina, pasti akan kualat. Bapak saya  tidak menjelaskan, kualat yang seperti apa," kenangnya.

Belakangan bapak tiga anak itu baru menyadari makna dari wejangan yang disampaikan sang ayah.

Itu terjadi saat persediaan sapi di Jawa Timur perlahan berkurang dan kelangkaan sejak 2010.

Dari diskusi-diskusi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya sesama jagal dan pedagang sapi yang tergabung dalam PPSDS (Persatuan Pedagang Sapi dan Daging Segar) Jawa Timur pada 2013, dia menyadari kelangkaan stok sapi terjadi karena adanya praktik pemotongan sapi-sapi betina produktif.

"Waktu itu baru sadar apa yang dimaksud dengan kualat oleh bapak saya. Meski saya sendiri tidak pernah memotong sapi betina, tetapi juga terimbas kualatnya karena sulit mencari sapi. Tetapi yang penting sampai sekarang saya tetap memegang prinsip untuk tidak memotong sapi betina," papar pria kelahiran Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan itu.

Sebelum diskusi-diskusi itu berlangsung, Apriyadi juga tak pernah mengetahui adanya peraturan  yang melarang pemotongan sapi betina produktif.  

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah itu. Namun, ia kecewa dengan pelaksanaan di lapangan.

Sebab, peraturan itu dibiarkan menggelinding begitu saja.  Tidak ada pengawasan. Juga tidak ada tenaga lapangan yang ditugaskan untuk memandu para jagal dan para pengelola RPH, guna mengenali sapi-sapi betina yang masih produktif dan yang sudah tidak produktif.

"Seharusnya ada petugas dari pemerintah, yang mengawasi dan memastikan sapi bahwa sapi betina itu masuk kategori produktif. Jadi, kalau menurut mereka, sapi betina itu masih produktif, mereka bisa hentikan sebelum dipotong," ujarnya.

Memang dalam undang-undang, dimuat juga sanksi bagi RPH maupun orang yang memotong sapi betina produktif.

"Tapi apa artinya sanksi, kalau di lapangan tidak ada petugas pelaksananya. Jadi ya seperti sekarang ini. Hanya kearifan pribadi-pribadi jagal sendiri, yang bisa menghindari (memotong) sapi betina," ungkapnya. (ben)   


11.35 | 0 komentar | Read More

Harga Mahal, Orang Tetap Berebut Beli Daging

TRIBUNMANADO.CO.ID – Untuk 2014 ini, Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah menyatakan, lembaganya belum mengantongi data populasi sapi yang terbaru.  

"Sensus pertanian 2013 itu dilakukan atas permintaan Dirjen Kementan dan secara nasional. Dananya juga dari mereka. Perlu dicatat, hasil sensus itu bukan untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu, tetapi sesuai kenyataan di lapangan. Jadi, angka populasi sapi di Jawa Timur berkurang, fakta berdasarkan sensus di lapangan memang seperti itu," papar M Sairi di Surabaya, Selasa (15/7/2014).

Saat ini memang pengelola hotel dan restoran memang masih bisa memenuhi kebutuhan daging berkualitas, meski harus dengan berbagai siasat, diantaranya dengan menggunakan vendor atau suplayer lebih dari satu.

"Mereka masih bisa rutin mengirimkan daging sapi. Tapi, ketika sewaktu-waktu harga melonjak, tetap saja kami tidak bisa menolak. Berapapun harganya akan diambil. Yang penting  stok ada setiap hari. Kualitas itu benar-benar kami seleksi," tutur M Soleh,  Ketua PHRI Jatim, yang juga General Manager Hotel Bisanta Bidakara itu.

Rebutan daging berkualitas tinggi tidak hanya terjadi antarpengusaha hotel dan restoran.

Perusahaan katering yang terus tumbuh menjamur ikut menambah ketat rebutan.

Fatimah, penanggungjawab pembelanjaan (purchasing) di industri katering Puta 14 di Surabaya berharap agar ketersediaan dan harga daging sapi, khususnya daging sapi lokal, tetap aman dan terjangkau.

Selama ini, industri katering yang berlokasi di Jl Pucang Taman, Surabaya itu memang hanya memilih daging sapi lokal untuk menghasilkan produk-produknya.

Dalam sehari, perusahaan katering itu memerlukan tak kurang dari 10 kilogram daging sapi segar untuk memasak menu-menu makanan permintaan konsumen.

Daging sapi, harus selalu dijamin ketersediaannya di perusahaan katering itu.

Karenanya agar tetap mendapat bagian saat stok daging sapi di pasar menipis, manajemen Puta 14 menggandeng lima pemasok sekaligus.

Dengan siasat itu, sejauh ini perusahaan itu belum pernah sekalipun kehabisan stok.

Kalaupun suatu saat nanti stok daging sapi lokal menipis, mereka enggan menggantinya dengan daging sapi impor.

"Tetapi, masalahnya harga daging sapi itu naik terus dan tidak pernah turun. Padahal, kami juga tidak berani mengganti dengan daging sapi impor," kata Fatimah.

Untuk diolah menjadi masakan, daging sapi impor dan daging sapi lokal memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Menurut Fatimah, untuk urusan rasa, daging lokal jauh lebih baik. Selain itu, bobot daging sapi impor yang dijual di pasaran juga tidak menggambarkan bobot sebenarnya.

"Kalau daging impor itu rasanya lengur (langu). Apalagi itu kan memang disimpan dalam freezer sampai lama sehingga tidak segar lagi. Karena di-freezer lama, penambahan kandungan air menyebabkan bobot daging bertambah juga. Tetapi, ketika sudah dimasak, bobotnya jadi menyusut," jelasnya. (ben/idl)


11.35 | 0 komentar | Read More

Di Hongkong Ada Posko Pengaduan Pilpres

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Relawan Pemantau Pemilu di Hong Kong membuka posko pengaduan di lapangan sepakbola Victoria Park, Minggu, 13 Juli 2014. Hal ini diungkapkan oleh dua orang relawan, Fahmi Panimbang dan Sring Atin.  

Dalam rilisnya yang disampaikan kepada tirbunnews.com, Rabu (16/4/2014) dijelaskan, posko dibuka untuk memfasilitasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Hong Kong,  saat pemilihan presiden pada Minggu, 6 Juli 2014 lalu tidak diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya akibat ditutupnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada jam 5.15 sore.

Dijelaskan, menurut pihak PPLN dan pemerintah Indonesia, penutupan dilakukan pada jam tersebut sesuai dengan izin peminjaman lapangan yang diberikan otoritas Hong Kong.

Posko dibuka pada pukul 12 siang hingga sekitar pukul 5 sore. Pengaduan yang datang berasal dari WNI yang mayoritas adalah buruh migran sektor Pekerja Rumah Tangga di Hong Kong.

Banyak yang mengadu soal panjang dan tidak teraturnya antrian calon pemilih hingga akhirnya sebagian dari mereka gagal mencoblos. Beberapa juga mengaku ditolak panitia karena tidak membawa undangan.

 "Saya antredari sekitar jam 11 siang, tapi semrawutnya antrian bikin saya diputar-putar dan berganti-ganti barisan sampai sore, dan akhirnya saya gagal mencoblos karena TPS ditutup jam 17.15," menurut salah satu pengadu.

Selain itu, beberapa pengadu menyatakan kesaksian mengenai perilaku tidak netral dan intimidasi terhadap calon pemilih yang dilakukan oknum anggota KPU dan Bawaslu dari Jakarta, menyusul penutupan TPS.

Perilaku inilah yang, menurut sejumlah kesaksian, kemudian memicu kericuhan. Setelah melapor ke Posko Pengaduan, beberapa WNI yang kehilangan hak suaranya beserta saksi-saksi mendatangi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, untuk melakukan aksi protes.

Aksi tersebut menuntut Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) di Hong Kong serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan pemilihan susulan, demi mengakomodir hak pilih mereka yang belum mencoblos. Selain dihadiri oleh beberapa korban serta saksi langsung, aksi di depan KJRI tersebut dihadiri oleh beberapa anggota Tim Relawan.

Sebelumnya, pada Rabu, 9 Juli 2014, Tim Relawan telah resmi memasukkan pengaduan mengenai dugaan pelanggaran pemilu kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Hong Kong. Panwaslu telah menerima dan menanggapi kedua pengaduan tersebut dan tengah melakukan proses investigasi.

Ada dua pengaduan yang disampaikan, yakni dugaan adanya intimidasi terhadap calon pemilih, serta pelanggaran administrasi penyelenggaraan pilpres yang mengakibatkan sejumlah warga tidak mendapatkan kesempatan pemilih.

Pengaduan yang diterima oleh Posko akan diteruskan kepada Panwaslu di Hong Kong, sebagai bukti tambahan atas dugaan pelanggaran yang telah dilaporkan. 


11.35 | 0 komentar | Read More

Di Sulsel, Ada Intel Kodim Mintai Formulir C1

Written By Unknown on Selasa, 15 Juli 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan mengungkap kejanggalan dalam tahapan penghitungan/rekapitulasi hasil pemilihan presiden (pilpres).

Oknum intelijen TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) disebut mendatangi Sekretariat KPU di empat kabupaten di Sulsel, yaitu Bulukumba, Pangkep, Luwu, dan Parepare, untuk meminta dokumen formulir C1 hasil penghitungan pilpres. Komisioner Pemilu Sulsel, Mardiana Rusli (37), kepada Tribun, Senin (13/7/2014) kemarin, menyebut permintaan itu sebagai "keanehan."

"Aneh saja dan tak prosedural. Ini tak biasa. Dulu waktu pileg (pemilu legislatif tak ada yang begini ini," kata Mardiana yang sejak Minggu (13/7/2014) lalu, sudah memposting 'keanehan" ini ke laman sosial media, Facebook, miliknya.

Mardiana menerima laporan itu dari komisioner di daerah sejak hari pencoblosan Rabu (9/7/2014) hingga Minggu (13/7/2014). Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengaku sudah melaporkan 'temuan kejanggalan" ini ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

Ketua Bawaslu Sulsel, HL Arumahi, pun bereaksi.

"Saya sudah instruksikan jangan dikasih. Yang berhak mendapatkan hal itu cuma panwas dan saksi," katanya.

Arumahi juga mengungkapkan bahwa ternyata bukan hanya anggota KPU di daerah yang didatangi intelijen dan personel TNi di level kabupaten/kota.

"Panwas daerah juga mengeluhkan hal tersebut ke Bawaslu provinsi," katanya.

Persetujuan pangdam

Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI (inf) Bachtiar mengkonfirmasi permintaan dokumen hasil pilpres itu oleh aparat Kodim di teritori kerjanya.

"Ya, itu atas persetujuan saya," kata Bachtiar usai acara buka puasa bersama Pangdam VII/Wrb, Siswa Sesko TNI dan unsur muspida  Sulsel di kediaman resminya,  Jl Jend Sudirman, Ujungpandang, Makassar, petang kemarin.

Dia menjelaskan, persetujuan ke aparat kodim itu di beberapa kabupaten di Sulsel itu semata untuk kepentingan dokumentasi.

Kodam VII/Wirabuana membawahi 35 kodim di Pulau Sulawesi. Ke-35 komando distrik level kabupaten/kota itu berada di bawah koordinasi teritorial 5 komando resimen militer (Korem).

Kodam juga membawahi satu resimen induk militer dan 12 batalyon organik/pasukan tempur; batalyon infanteri, kavaleri, artileri, zeni tempur, arhanudri, dan yonif 700 Raider.

Pengamanan polisi

Jajaran Polda Sulawesi Selatan juga mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan mengawal tahapan rekapitulasi suara baik di tingkat kecamatan ataupun KPU kota.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Suntendi, dalam pengawalan penghitungan suara ini, pihaknya melibatkan pengamanan dari berbagai satuan seperti  Sabhara, Lalu lintas, Bimas. Untuk pengamanan tertutup juga menurunkan tim Reskrim, Intel. Selain pengaman polisi, kata Endi, tetap akan diback-up TNI sebanyak 1 SST (30 orang).

Sesuai tahapan, saat ini rekap masih berada di level kecamatan. Namun, komisioner menyebutkan, tahapan itu bisa lebih cepat. KPU kabupaten kota baru menerima rekap dari kecamatan, Rabu (16/7/2014), di level KPU Provinsi Jumat (18/7) dan KPU pusat dijadwalkan diumumkan 21 Juli dan ditetapkan 22 Juli mendatang.


11.35 | 0 komentar | Read More

Apapun Keputusan KPU, Prabowo-Hatta Ngaku Siap Menerima

Warta Kota/Henry Lopulalan

Titiek Soeharto dan Prabowo Subianto berdampingan dalam acara penandatanganan koalisi permanen 7 partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menegaskan akan menghormati segala keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU akan mengumumkan hasil perolehan suara pemilihan presiden 2014.

"Itu sejak semula bahwa Pak Prabowo menekankan itu semoga proses berlangsung dengan baik, rakyat mendapatkan kesempatan mengekspresikan pilihannya," kata Waketum Golkar Theo Sambuaga di Rumah Dinas Ketua DPD Irman Gusman, Jakarta, Senin (14/7/2014) malam.

Ia mengatakan pihaknya akan menunggu hasil perolehan suara sesuai mekanisme KPU pada tanggal 22 Juli 2014. Apalagi penghitungan suara itu kini sudah sangat terbuka dan diawasi masyarakat.

"KPU melaksanakan itu secara terbuka. Kalau ada hal kecurangan itu KPU harus buka," imbuhnya.

Theo juga meminta masyarakat untuk melihat hasil perolehan suara di KPU dibanding hitung cepat. "Dua pihak mengklaim berdasarkan quick count, sekarang sudah lewat, sekarang real count, mari kita lihat," ujar Theo.


11.35 | 0 komentar | Read More

Setahun Absen, Irfan bachdim Kembali ke Timnas

TRIBUNMANADO.CO.ID - Irfan Bachdim mengaku senang dapat kembali memperkuat tim nasional Indonesia setelah absen sejak Maret 2013.

Irfan memakai seragam merah-putih dalam laga persahabatan menghadapi Qatar di Stadion Al-Wakrah, Doha, Selasa (15/7) dini hari WIB.

Penyerang Ventforet Kofu itu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan. Suami dari Jennifer Kurniawan itu mencetak gol pada menit 90+3 untuk membuat kedudukan berakhir imbang.

Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl memanggilnya masuk dalam skuat yang diproyeksikan berlaga di Piala AFF 2014.

"Perasaan yang sangat menakjubkan untuk kembali dan mempunyai kesempatan bermain untuk Garuda didada. Penampilan tim yang sangat baik melawan Qatar," dalam akun instagram.

"Terimakasih untuk semua support. Aku sangat senang aku bisa mencetak goal. Semua kerja kerasku di Jepang terbayar. Aku tidak akan pernah menyerah,".

"Aku akan mengejar mimpiku dan akan melakukan apapun untuk itu!! #timnas #Indonesia #NeverGiveUp #chasingmydream #workhardplayhard #riskeverything,"

Tim nasional Indonesia berbagi hasil imbang 2-2 atas tuan rumah Qatar dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Al-Wakrah, Doha, Selasa (15/7) dini hari WIB. 


11.35 | 0 komentar | Read More

Ruhut: Apa Sih Salahnya RRI, Kok Dipanggil Komisi I?

Warta Kota/Henry Lopulalan

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Poltak Sitompul (kanan) bersama Tim Pemenangan Jokowi-JK. Jendral (purn) Luhut Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pres soal dukungan Ruhut terhadap Jokowi-Jk di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014). Ruhut akan siap menjadi juru kampanye untuk pemenanganm Jokowi-Jk. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Anggota DPR RI yang juga tergabung dalam Tim Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla, Ruhut Sitompul, menyayangkan sikap Komisi I DPR RI yang hendak memanggil Radio Republik Indonesia (RRI).

Menurut Ruhut, Komisi I tidak perlu sensitif terkait hasil hitung cepat (quick count) yang dikeluarkan RRI dengan keunggulan Jokowi-JK.

"Kita sama-sama anggota DPR, jangan terlalu sensitif. Nggak baik terlalu sensi. Belajarlah siap menang siap kalah. Yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia terlepas mereka BUMN, selama mereka kredibel melaksanakan tugasnya, dimana salahnya?" kata Ruhut saat diskusi 'Bagaimana Memaknai Hasil Quick Count Pilpres 2014 Yang Berbeda' di Restoran Horapa, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Ruhut mengaku rilis RRI sudah sesuai dengan metodologi karena hasilnya juga sama dengan tujuh lemabaga perilis hitung cepat dengan keunggulan Jokowi-JK.

"Selama untuk kepentingan rakyat dan survey Radio Republik Indonesia itu kan baik. Dimana salahnya? Ini kan memberi informasi kepada seluruh Rakyat Indonesia. Apa salahnya?," lanjut politikus Partai Demokrat itu.

Ruhut menegaskan pemanggilan tersebut tidak perlu mengingat Komisi I berpihak kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Sekali lagi teman-teman saya anggota DPR nggak usah lah terlalu sensitif apalagi anda kan tidak netral. Anda kan kubu yang sana. Belajar lah siap menang siap kalah. Walaupun kita sama-sama bersabar kita tunggu tanggal 22 Juli," tukas Ruhut.


11.35 | 0 komentar | Read More

Pelopor Google Glass Hengkang

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan teknologi Google kehilangan pria yang dahulu memimpin proyek kacamata pintar Google Glass, Babak Parviz. Kini, Parviz bekerja untuk Amazon yang memiliki bisnis inti e-commerce.

Parviz adalah seorang ilmuan keturunan Iran dan Amerika yang menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang "sangat bersemangat."

Selama beberapa dekade, Parviz fokus pada penelitian sistem lensa cerdas yang dibekali sejumlah sensor dan dapat memproyeksikan gambar augmented reality. Apa yang telah ditelitinya membuahkan hasil pada kacamata pintar Google Glass.

Sebelum diperkenalkan ke publik pada Juni 2012, Google Glass membutuhkan waktu penelitian dan pengembangan selama tiga tahun.

Nampaknya, Amazon berani membajak Parviz guna mengembangkan teknologi ponsel pintar Amazon Fire Phone yang diperkenalkan pada Juni 2014.

Ponsel berbasis Android ini dibekali fitur andalan berupa empat unit kamera yang menghadap depan dengan kemampuan beradaptasi pada sudut pandang pengguna dan mampu melacak keberadaan kepala penggunanya.


11.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger