Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Restoran Pun Dilengkapi Musola

Written By Unknown on Selasa, 13 Agustus 2013 | 11.36

Wartawan Tribun Choirul Arifin yang meliput Allianz Junior Football Camp (AJFC) 2013 di markas Bayern Munchen coba menelisik kehidupan religi warga setempat di ujung Ramadan 2013.

TIDAK sulit menemukan masjid di Kota Munich, Jerman. Di sejumlah sudut kota Munchen, berdiri sejumlah masjid yang mampu menampung sampai puluhan atau ratusan jamaah.  Misalnya, Masjid Al Furkan di Thalkrichner Strasse Nomor 35. Masjid lainnya yang bisa dijumpai di Kota Munich adalah, Masjid Al Mohsinin di Karl‑Schmid Strasse 9 dan Masjid Al Ahibah di Gartnerstrasse 39. Kota Munich juga memiliki Islamic Center atau bisa disebut Islamisches Zentrum.

Begitu juga untuk menemukan warga muslim di Munich. Di kota ini banyak bermukim warga imigran dari berbagai negara Timur Tengah, selain sebagian kecil warga Munich yang memeluk Islam. Misalnya, dari Turki, Afghanistan, atau Algeria.  Menurut data, warga muslim di Jerman mencapai tiga juta orang. Mereka didominasi warga keturunan Turki yang diperkirakan mencapai dua juta orang di seluruh Jerman.

Salat Idul Fitri 1 Syawal di kota ini dimulai sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Sebagaimana halnya Salat Idul Fitri di Indonesia, di kota ini, selesai menunaikan Salat Idul Fitri, warga saling bersalaman sambil menikmati makanan ringan setelah sebulan penuh menjalani fasten.  Sebagian kemudian mengajak rekan atau sahabat dan kertabat datang ke rumah untuk makan bersama. Ada juga yang membuat janji makan bersama di restoran halal yang banyak tersebar di  Munich.

Satu di antaranya seperti terlihat di Restoran Doner Kebab, yang menyajikan aneka menu Turki di Rosen Gasteig, tak jauh dari Ludwigsbrucke. Usai Salat Idul Fitri, restoran ini langsung dipenuhi warga yang datang untuk memesan makanan sambil berbincang ringan seputar suasana Ramadan yang baru berlalu.

Tempat duduk yang terbatas membuat restoran ini cepat penuh sesak oleh pengunjung. Hussein, warga Malaysia, adalah salah satu tamu yang merayakan Idul Fitri di restoran ini. Dia bersyukur di Munich mudah menemukan menu halal.

"Saya temukan banyak tempat makan halal di sini. Jadi tak susah kalau akan makan. Harganya juga masih cukup murah," tutur Hussein. Satu roti burger ukuran jumbo dengan isi potongan ayam dan sayuran plus satu botol air mineral atau soft drink 600 ml, cukup ditebus dengan harga 5,5 euro atau sekitar Rp 75 ribu.

Pemandangan meriah lainnya bisa dilihat di Restoran Ozdeveli yang berlokasi persis di perempatan jalan kecil Preysing Strasse yang ramai. Sejak pagi pukul 07.30 waktu setempat, restoran yang menyajikan aneka menu Turki dan sisha ini ramai oleh pengunjung.  Sejumlah warga imigran Turki yang kaya atau hidupnya sudah mapan di Jerman, mentraktir kenalannya di restoran ini. Suasana perbincangan hangat terasa sekali di restoran ini.

Restoran satu lantai dengan bangunnan khas mediterania ini terhubung langsung dengan musala kecil, lengkap dengan tempat wudhunya di bagian belakang restoran yang langsung bisa diakses dari Jalan Keller Strasse. Warga yang berniat menunaikan salat lima waktu bisa langsung masuk tanpa harus memutar masuk melalui pintu restoran di Preysing Strasse. Ali adalah salah satu pengunjung Restoran Ozdeveli. Pria berusia sekitar 45 tahun ini mengaku sudah lama jadi orang Jerman. Lebih dari 20 tahun.


11.36 | 0 komentar | Read More

16 Anggota DPRD Terancam Ditahan

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN ‑ Sebanyak 16 dari 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang menjadi tersangka kasus dana makan minum (mami) tahun 2011 terancam ditahan penyidik seusai menjalani pemeriksaan Selasa (13/8/2013) hari ini.

Kepada Tribun Manado, Senin (12/8/2013), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bolaang Mongondow (Bolmong), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hisar Siallagan mengatakan penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bolmong hari ini akan periksa para anggota dewan yang menjadi tersangka kasus dana mami yang merugikan negara Rp 184 juta. "Besok (hari ini) sesuai undangan sebelumnya, mereka akan datang dengan didampingi penasehat hukum," jelas Hisar.

Soal kemungkinan penahanan, Hisar tidak menampiknya. Namun, dikatakan penahanan tidak akan diberitahukan sebelumnya. "Iya (kemungkinan), saya tidak akan kasih tahu kalau rencana. Kalau ditahan akan dikasih tahu, kalau tidak ditahan juga diberitahu. Kan KPK juga tidak bilang rencananya ditahan. Tapi kalau mau tahan, tahan aja," tegas  Hisar.

Hisar mengatakan penyidik tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Terkait  pernyataan anggota DPRD Boltim bahwa kasus tersebut bukan korupsi tapi kesalahan administrasi,  dira menyerahkan pada pembuktian di pengadilan. "Kalau misalnya ditahan (besok), itu bukan hukuman. Penahanan di polisi bukanlah hukuman. Itu hanya mempermudah proses penyelidikan. Tidak ada seorang pun dinyatakan bersalah sebelum ada palu hakim turun," kata Hisar.

Penyidik, lanjut Kapolres, akan mengutamakan 16 anggota dewan yang aktif saat ini. Sebab dari 20 anggota DPRD Boltim yang aktif pada tahun 2011 yang ditetapkan tersangka, tiga orang di antaranya berada dalam tahanan terkait kasus narkoba dan kasus meterai palsu. Sedangkan seorang lagi telah PAW tahun 2012 karena terjerat kasus narkoba. Namun, dia menjamin ketiganya tidak akan luput dari pemeriksaan terkait kasus dana mami.

"Mungkin tidak 16 orang sekaligus diperiksa. Mungkin dua hari pemeriksaannya. Ini bukan panggilan lagi, ini panggilan kemarin (pekan lalu). Hanya mereka belum siap penasehat hukum kita minta mereka Selasa (13/8/2013) datang dengan didampingi penasehat hukum. Penyidik sanggup periksa sekaligus, saya belum konfirmasi, kalau tidak sanggup besok delapan orang, besoknya (Rabu) lagi delapan," terang mantan Kapolres Sangihe ini.

Diungkapkannya, pekan lalu penyidik telah siap memeriksa para anggota dewan. Namun, pihak dewan belum bersedia diperiksa karena belum didampingi pengacara sehingga ditunda hingga hari ini. "Karena pidananya di atas 5 tahun wajib didamping kuasa hukum. Kalau mereka tidak mampu kita siapkan kuasa hukum. Lalu mereka bilang akan didamping kuasa hukum. Mereka bilang nanti disiapkan sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Boltim, Ismail Mokodompit meminta polisi segera menahan para tersangka kasus mami tersebut. "Agar agar memberi efek jera terhadap yang lain," kata Ismail, kemarin.

Seperti pernah diwartakan, pada Jumat (26/7/2013) lalu  polisi menetapkan 20 anggota DPRD Boltim sebagai tersangka kasus mami yang terdiri atas SM alias Sumardia, TS alias Tommy, DS alias Doni, SK alias Sunarto, LB alias Lulu, SP alias Saptono, RL alias Reevy, SA alias Sofyan, RL alias Rita, MM alias Masaole, MM alias Mourits, SS alias Sutami, FO alias Fecky, SS alias Suherni, AS alias Argo, LR alias Luther, WM alias Witarsah, MD alias Muniati, dan JT alias Jemi dan RM alias Rio yang telah PAW.

Selain itu, terdapat tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jadi tersangka dalam kasus yang sama  yakni mantan sekretaris dewan berinisial DD alias Djunaidi selaku pengguna anggaran, mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial  JG dan mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial SU. Sebelumnya, pada Februari 2013, polisi menetapkan mantan bendahara dewan berinisial SM alias Satria sebagai tersangka. Berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.


11.36 | 0 komentar | Read More

DPRD Boltim Siap Diperiksa

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Terkait dana makan minum (mami), anggota DPRD Boltim menyatakan siap diperiksa namun belum sepenuhnya siap jika ditahan penyidik. Anggota dewan berinisial MM alias Marsaoleh mengatakan dirinya akan memenuhi panggilan penyidik hari ini. "Besok tetap hadir di Polres sesuai jadwal," ujar Marsaoleh, Senin (12/8/2013).

Dia pun telah menyiapkan penasehat hukum untuk mendampinginya dalam kasus tersebut. "Pengacara ada, mudah‑mudahan akan ada sama‑sama di Polres besok," kata politisi Partai Amanat Nasional ini.

Jika terjadi penahanan dirinya bersedia asalkan sesuai hasil penyelidikan tanpa ada intervensi dari pihak lain. "Tapi saya yakin polisi akan bertindak adil." ujarnya.

Anggota dewan berinisial RM alias Rita mengatakan sebagai warga negara yang baik, dia akan mengikuti pemeriksaan hari ini. "Yang jelas saya tidak bersalah, saya yakin itu semua kegiatan reses yang disangkakan, tidak ada yang fiktif," tuturnya.

Ketika ditanya sikapnya jika ditahan seusai pemeriksaan, Rita enggan berkomentar. "Negara kita bukan negara andai‑andai, semua harus ada kepastian hukum. Polisi lebih tahu itu," kata anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Tersangka berinisial AS alias Argo menyatakan siap diperiksi sesuai jadwal besok. "Sementara cari‑cari (pengacara) karena ini liburan lebaran. Susah menghubungi orang (pengacara) karena mereka libur semua," ungkapnya.

Dia pun mengatakan jika terjadi penahanan, dia menerima asalkan memiliki alasan yang jelas.  Dia yakin hingga tidak korupsi. "Kita lihat alasannya apa dulu, harus jelas," katanya.

Tersangka berinisial LR alias Luther pun siap diperiksa. "Saya sudah siap diperiksa, Kamis nanti. Siap ditahan kalau kalau memang terbukti salah yang penting ada kekuatan hukum," jawabnya diplomatis.

Ketua DPRD Boltim berinisial SM alias Sumardia mengatakan siap ditahan jika sesuai prosedur. Namun jika terindikasi ada desakan dari luar maka dirinya akan menolak. "Memang gampang mau tahan orang, memangnya kami ini penjahat. Kami menyerahkan ke penyidik untuk bekerja secara profesional," kata dia.

Dia percaya mereka tidak akan ditahan. Sumardia  mengaku telah menyiapkan penasehat hukum untuk mendampinginya. "Kami menghormati proses hukum. Tapi akan ada upaya lain jika tidak sesuai prosedur," tuturnya.

Sumardia prihatin dan kesal atas beredarnya pesan melalui BlackBerry Messenger (BBM), jejaring sosial dan media online yang menyebutkan dirinya dan beberapa anggota dewan sudah ditahan. "Ini sudah booming di Sulut. Sudah banyak yang  tanya kepada saya. Saya akan laporkan pelakunya ke Polda," ujarnya.


11.36 | 0 komentar | Read More

Warga Tantang Dewan Ladeni Bupati

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Lontaran kritikan pedas Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar terhadap kinerja dan perilaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beberapa waktu lalui mulai ditanggapi beragam dari masyarakat.

Warga Tutuyan, Heri Modeong kepada Tribun Manado mengatakan keprihatinannya terhadap situasi perpolitikan di daerahnya. Katanya, tidak seharusnya Sehan Landjar melontarkan hal-hal tersebut dimedia terhadap rekan kerjanya. "Kata-kata Sehan yang mengatakan siap mengganyam dan tidak takut terhadap 20 anggota dewan tidak pantas diucapkan seorang bupati," ujar Heri, pada Senin (12/8/2013).

Menurut Heri kritikan tersebut dilakukan saat bulan Ramadan. Katanya, sebagai mitra kerja seharusnya Sehan memanggil dewan dalam rapat bukan melakukan provokasi lewat media massa. "Jangan masyarakat Boltim dibikin resah tidak nyaman apalagi kemarin bulan puasa, karena itu kalau ada masalah DPRD diundang rapat. Jangan seperti penjual obat. Hanya menjatuhkan integritas anggota dewan," katanya.

Heri menuding Sehan tidak memiliki etika atas apa yang dilontarkannya kepada 20 wakil rakyat tersebut. Dia menantang anggota dewan untuk buka-bukaan dan meladeni pernyataan 'perang' Sehan. "Kami meminta 20 anggota DPR jangan tinggal diam karena anggota DPRD punya keluarga dan punya massa. Jangan takut gertak sambal, silakan buka-bukaan terhadap temuan BPK agar masyarakat Boltim tahu apa permasalahan di dalamnya," tantang Heri.

Senada dengannya, warga Boltim di Jakarta, Yosi Manoppo mengaku prihatin atas situasi yang terjadi di daerahnya. Sebagai putra Boltim dirinya miris mendengarkan lontaran kritikan Sehan terhadap anggota dewan. "Saya keberatan terhadap statemen Sehan Landjar," ujar Yosi melalui telepon.

Yosi mengatakan perilaku tersebut bukanlah seorang pemimpin. Menurutnya, situasi ini akan mempersulit berkembangnya pembangunan Boltim karena kedua mitra kerja yang harus bekerja sama malah berseteru. "Bupati harus berkoordinasi dengan DPR, bukan menghancurkan kredibilitas DPR," katanya.

Yosi menuturkan ada banyak pendukung anggota DPRD yang tidak akan menerima kritikan Sehan. Katanya, tudingan bahwa hanya Sehan yang mencari uang (dana) dan terkait DPRD menghamburkan uang rakyat adalah tidak berdasar. "Dia (Sehan) capek-capek cari uang apa? itu sudah dialokasikan tiap daerah kok dari APBN," ungkap pria kelahiran Bongkudai tersebut.

Sayangnya, Bupati Boltim Sehan Landjar saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat, belum menanggapinya.

Informasi dari Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupetan Boltim, Eko Marsidi menyatakan Sehan sedang sakit. "Bapak sedang sakit gigi," katanya.


11.36 | 0 komentar | Read More

Warga Dukung Dewan, Sumardia Nilai Wajar

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Adanya dukungan warga Boltim terhadap anggota DPRD Boltim terkait perseteruan dengan Bupati Boltim Sehan Landjar membuat dinilai sesuatu yang wajar oleh Ketua DPRD Boltim.

Menurut Ketua DPRD Boltim, Sumardia Modeong dukungan tersebut adalah suatu hal normal kalau ada masyarakat melakukan dukungan terhadap mereka (dewan). Pasalnya, dirinya bersama rekan-rekannya dipilih juga oleh rakyat Boltim. "Itu tandanya masyarakat juga resah, sudah lelah, 20 anggota dewan itu presentasi dari rakyat. Jadi kalau ada tanggapan masyarakat begitu sah-sah saja, mereka kan menilai," ujar Sumardia, Senin (12/8/2013).

Sumardia kembali menegaskan dirinya tidak memiliki masalah dengan Bupati Boltim Sehan Landjar. Namun jika memang kemauan Sehan seperti itu maka dewan siap meladeni. "Saya seperti sebelumnya, kalau dia menganggap mau berperang, kami juga siap melayani," katanya.

Sumardia mengatakan dirinya bersyukur warga masih menyampaikan dengan kata-kata sehingga pihaknya masih mampu memberikan pemahaman. Dia mengaku sudah banyak pendukungnya yang mempertanyakan hal tersebut namun dia meminta menahan diri.

"Kita terus memberikan pemahaman kepada masyarakat (pendukung). Masing-masing ada ranahnya, konspirasi politik ada ranahnya kasihan rakyat Boltim mereka bingung," katanya.

Sebelumnya, Bupati Boltim Sehan Landjar dengan tegas dan berani melontarkan kritikan pedas terhadap perilaku anggota dewan yang dinilainya tidak melihat kepentingan rakyat, malah lebih senang melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah. Padahal banyak agenda pembahasan rancangan peraturan daerah yang diusulkan eksekutif terbengkalai. Sehingga berdampak, satu di antanya molornya pembahasan KUA PPAS Anggaran Pendapatan Belanjda Daerah (APBD) 2013.

Sehan bahkan dalam setiap acara menyatakan dirinya tidak takut terhadap 20 anggota dewan dan siap 'berperang' dengan dewan demi kepentingan warga Boltim. Dia menegaskan tidak mau bersekongkol dengan kejahatan yang dilakukan DPRD.


11.36 | 0 komentar | Read More

Pilkada Usai, Djelantik dan Tatong Absen Hadiri Hari Raya Binarundak

Written By Unknown on Senin, 12 Agustus 2013 | 11.35

 
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  KOTAMOBAGU -  Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiga hari usai lebaran, warga kelurahan Motoboi Besar Kotamobagu Timur menggelar hari raya binarundak.

Minggu (11/8) di hari raya tersebut, warga beramai-ramai membakar binarundak, dalam bahasa Indonesia artinya nasi dimasak dalam bambu, populer disebut nasi jaha. Namun orang Bolaang Mongondow menggunakan bahasa daerahnya untuk menyebut makanan khas di Sulut itu sebagai Binarundak.

Kali ini perayaan tak seramai dan semeriah tahun-tahun sebelumnya. Namun tak menghilangkan makna perayaan binarundak itu, asal muasal perayaan itu digagas masyarakat asli Motoboi Besar yang merantau ke luar daerah, saat lebaran mereka berkumpul, dan akhirnya dijadikan agenda tahunan, yang turut melibatkan pemerintah kotamobagu.

Hanya saja, bertepatan dengan berakhirnya momen Pilkada, perayaan Binarundak jadi sepi dari kehadiran baik Pemerintah kotamobagu, dan tokoh-tokoh politik Bolmong. Tahun lalu, saat masih panas-panas menjelang Pilkada Kotamobagu, Djelantik Mokodompit Walikota Kotamobagu, Anggota DPR RI Aditya Moha Siaahan, dan Muhammad Salim Landjar ikut meramaikan acara.

Tahun ini malah sepi. Tokoh politik yang terpantau hadir adalah Wakil Walikota Terpilih Djainudin Damapolii dan Mantan Calon Wakil Walikota Isak Sugeha.

Djelantik Mokodompit yang tak pernah absen dari kegiatan itu justru tak hadir. Termasuk walikota Terpilih Tatong Bara.

Ketua Panitia Perayaan Binarundak,
Maulid Hamin menyesalkan minimnya kehadiran tokoh-tokoh penting Bolmong Raya, padahal tahun sebelumnya mereka begitu antusias hadir.

"Kami pastikan mengundang semuanya, walikota dan wakil walikota," ujarnya.

Bahkan, kata Hamin, sebelum acara digelar ia mengonfirmasi langsung ke orang terdekat Djelantik untuk bisa hadir "Tapi Beliau (djelantik) kabarnya sedang di luar daerah. Kenapa bisa berubah seperti ini? Padahal tahun lalu begitu semangat hadir, tidak pernah absen," katanya dengan nada sesal.

Sementara Tatong Bara tak hadir menurut Hamin, setelah konfirmasi karena sedang bersilaturahmi berkeliling ke kediaman tokoh - tokoh di Kotamobagu "Pak Djainudin yang mewakili beliau," ungkapnya.

Namun kata Hamin, binarundak tetap berjalan baik, dan tahun depan akan digelar kembali. Tahun ini juga warga akan menyelesaikan pembangunan tugu binarundak setinggi 18 meter. Biaya pembangunan dikumpulkan dari sumbangan warga motoboi besar. (ryo)


11.35 | 0 komentar | Read More

Wakil Walikota Terpilih Ungkit Pil Pahit Kala Dicopot Djelantik

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  KOTAMOBAGU -  Tahun lalu Djelantik yang jadi tamu kehormatan perayaan hari Raya Binarundak, Minggu (11/8/2013). Kali giliran Djainudin Damapolii, wakil Walikota terpilih yang akrab di sapa papa ed menempati kursi di panggung kehormatan bersama tokoh lainnya.

Satu-satunya dari pemerintah Kotamobagu yang hadir Ahmad Yani Damapolii Kadis Perhubungan.

Kesempatan sambutan pun diberikan ke Papa Ed. Dalam sambutannya itu ia kembali mengusik pengalaman pahitnya kala dicopot Djelantik sebagai Sekretaris Kotamobagu
2007 lalu, ia terpaksa harus menelan pil pahit tersebut, masa perlaihan plt Walikota Siswa rachmat Mokdongan ke Djelantik berbuah pemecatan dirinya "dulu saya dijatuhkan, Saya sebagai Sekda dipecat, sakit juga ternyata. Setelah direnungkan peristiwa itu, saya tidak menggugat protes, saya yakin Tuhan tahu yang terbaik. Saya tidak dendam," ujarnya.

Hal itu kata Djaunidin terbukti, akhirnya 5 tahun mendatang ia memenangkan pertatungan Pilkada bersama Tatong Bara mengalahkan Djelantik.

"Dibuktikan tunggu  bagian papa Ed, sekarang kesempatannya," ujarnya sembari tersenyum.

Meski tak hadir, Djainudin sempat menyentil Muhammad Salim Landjar (MSL) mantan lawannya di Pilkada Kotamobagu. Ia menyentil Motoboi Besar jadi lumbung suara MSL. "MSL menang di Motoboi Besar," kata dia.

"Warga Motoboi waktu lalu belum kesempatan membantu memilih Ibu Tatong dan Papa ed.  kali ini, ada kesempatan 5 tahun ke depan kami ajak bantu kami," katanya.

Ia juga memuji sikap MSL yang menolak menggugat Pilkada Kotamobagu ke MK "ketika diajak menggugat tidak ikut serta, beliau menyadari ketatapan mutlak. Putra motoboi paham berpotik. Punya akidah dan komitmen yang baik," puji Djainudin.

Menyangkut hari raya Binarundak, Djainudin ingat saat 2007 lalu masih menjadi Sekretaris Kota ia dan Plt Walikota Siswa Rachmat Mokodongan yang hadir dalam perayaan pertama Binarundak. "Tahun ini saya dapat kesempatan lagi berbicara disini, sebagai bagian dari masyarakat," ungkapnya sembari semringah. (ryo)


11.35 | 0 komentar | Read More

Merdy Ervina Rumintjab Tekun Menggeluti Dunia Usaha

Wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

MENJADI wanita pengusaha sudah menjadi jalan hidupnya. Namun setiap hari bergelut dengan kegiatan bisnisnya tak membuat Merdy Ervina Rumintjab lupa memberikan kasih sayangnya kepada dua putranya.

Bagi lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) ini keluarga adalah segalanya. Maka setiap hari ia rajin menumpahkan semua rasa sayangnya kepada Luigi Ignacio Silaban dan Morgan Garcia Stiva Silaban.

Wanita yang lahir 35 tahun silam ini kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado bertutur, memberikan kasih sayang kepada buah hati bukanlah selalu menuruti apa kemauannya. Tetapi menurut mantan wartawati The Jakarta Post ini, kasih sayang ditunjukan dengan selalu ada di saat anak-anak memerlukan orangtuanya.

Pemilik usaha peternakan di Bitung dan pakan ternak di Minut ini mengatakan anak yang selalu dimanjakan tidak baik buat masa depannya. "Mereka akan menjadi pribadi tidak mandiri dan selalu bergantung kepada orang lain," kata Merdy yang saat ini sedang mengejar program doktor di sebuah universitas di New York.

Suami Merdy yakni Rekson Silaban yang saat ini merupakan calon anggota DPD RI utusan DKI Jakarta ini juga selalu memberikan perhatian penuh kepada Luigi dan Morgan. "Kalau suami pulang kerja ia akan selalu tanya soal aktivitas anak sehari penuh itu," tandas Manager PR and Media di ILLA Indonesia ini, Sabtu (10/8).

Ketua JALA Jakarta ini menambahkan pertumbuhan anak harus selalu diperhatikan. Orangtua memegang tanggungjawab penuh untuk perkembangan buah hatinya.

"Makanya kami tidak mau salah membesarkan. Anak harus tahu akan pentingnya kasih sayang dari kedua orangtuanya," kata Merdy yang sebulan dua kali harus pulang Manado untuk melihat bisnisnya.

Keluarga inipun setiap akhir pekan sudah mempunyai jadwal rutin untuk berlibur bersama. Kegiatan liburan menurutnya amatlah penting karena bisa melepas penat dan stres.

"Kami berlibur ke mana saja. Ada kalanya juga kami liburan sampai keluar negeri," kata Merdy yang doyan makan bubur Manado.

Diakhir pembicaraan Merdy berpesan agar jika seseorang mempunyai ide besar maka secepatnya itu harus dilakukan idenya dan jangan ditunda-tunda. Hal ini didasari dari pengalaman Merdy yang memulai usahanya dari nol.

"Jangan ditunda tapi do it. Apapun ide itu kalau sudah terpikir harus secepatnya dilakukan," ucapnya berpesan kepada siapapun. (*)

Biodata

Nama: Merdy Ervina Rumintjab
TTL; Wuwuk, 30 Maret 1978
Alamat: Jalan Kayu Putih Selatan, Jakarta Timur
Makanan favorit: Tinutuan
Aktivitas Pengusaha peternakan, pakan ternak dan kos-kosan

Suami: Rekson Silaban
Aktivitas: Ketua Umum Perkumpulan Senior GMKI, Aktivis Buruh dan Calon Anggota DPD RI Utusan DKI Jakarta

Anak-anak: Luigi Ignacio Silaban dan Morgan Garcia Stiva Silaban


11.35 | 0 komentar | Read More

Kerinduan Sekprov Sulut Terbayar Lunas

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  KOTAMOBAGU -  Dua tahun absen, Salat ied di Kotamobagu kali ini dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Sulut Siswa Rachmat Mokodongan (SRM). Ada kerinduan, Mokodongan untuk merayakan lebaran di kampung halamannnya. Kerinduan itu pun akhirnya terwujud. Kali ini, Mokodongan punya kesan berbeda, mungkin kata dia karena pengaruh pascapilkada Kotamobagu "
Kesannya masih terasa setelah Pilkada," katanya.

Tapi hal lainnya menurut dia masih tetap sama,"Kerukunan dan kekeluargaan sangat kental. Sehingga dua, tiga tahun ini tidak berhari raya disini, begitu rindu suasana kekeluargaan ini," ucap mantan Pejabat Walikota Kotamobagu ini.

Memaknai idul fitri, Mokodongan mengatakan, intinya bagi umat islam setelah melaksanakan puasa sebulan penuh, umat islam lebih terlatih lagi dalam pengendalian diri. "Sehingga ujung pengendalian diri, kita mampu bersosialisasi dengan masyarakat. Khususnya yang kurang mampu. Diberikan kelebihan membagi ke sesama umat, " paparnya. (ryo)


11.35 | 0 komentar | Read More

Tatong Bara tak Rasakan Lagi Perbedaan

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - 'Dinding  pemisah' saat Pilkada Kotamobagu akhirnya runtuh dengan sendirinya, kala ribuan masyarakat Kotamobagu ikut khusyuk dalam salat ied di Lapangan Kotamobagu, Kamis (8/8) pekan lalu.

Suasana itu pun turut dirasakan Wakil walikota Kotamobagu, Tatong Bara. "Alhamdulilah karena semua proses berjalan dengan baik. Tentu proses ibadah sama saja dari tahun ke tahun. Tapi yang berbeda hari ini, suasana kotamobagu yang pascapilkada tetap kondusif walaupun proses Pilkada baru selesai. tapi kita mampu melebur dalam proses peribadatan kali ini," ujar walikota Kotamobagu terpilih ini, usai salat ied.

Ia tak lagi melihat perbedaan saat Pilkada beberapa waktu lalu.
"Tidak kelihatan perbedaan yang kemarin-kemarin ada gejolak politik hari ini semua ini normal kembali," ujarnya.

"Hari ini (idul fitri) luar biasa, inilah momentum idul fitri saling memaafkan. Dan seperti khotbah melebur perbdaan, dalam satu kesatuan," katanya lagi.

Harapannya ke depan, setelah idul fitri, dan pemerintahan yang baru berjalan, Tatong ingin masyarakat ikut membantu pembangunan Kotamobagu ke depan

"Saya meyakni mudah-mudahan ke depan kita melangkah bersama, masyarakat akan menopang dan terlibat dalam proses pembangunan," pungkasnya. (ryo)


11.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger