Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ucapan Belasungkawa SBY untuk Uje

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 11.35

Tribun Manado - Sabtu, 27 April 2013 09:58 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ustaz Jeffry Al Buchori. Ucapan duka Presiden disampaikan melalui akun Twitter resminya, @SBYudhoyono.

"Kita kehilangan lagi orang baik yg mencerahkan. Selamat jalan Ustadz Jefri, semoga nilai yg disebarkan bisa menginspirasi kita semua. *SBY*," demikian isi tweet Presiden SBY.

Ustad yang akrab disapa Uje ini meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari. Menurut keterangan keluarga, Uje tidak sedang ngebut sebelum kecelakaan. Namun saat itu kondisi kesehatan Uje memang kurang baik.

Kondisi kesehatan itulah yang menyebabkan Uje sulit mengendalikan motor sport-nya yang memang memiliki bobot sangat berat. Bahkan, sebelum kecelakaan maut di Pondok Indah, Uje sempat jatuh di kawasan Radio Dalam dan di Jalan Haji Nawi.

Uje dikebumikan di dekat makam ayahnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Sebelum dimakamkan, jenazahnya disalatkan di Masjid Istiqlal. Doa dan tangis mengiringi jenazah Uje ke tempat peristirahatan terakhirnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

Yusril Bantah Halangi Eksekusi Susno

Tribun Manado - Sabtu, 27 April 2013 10:39 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID--Kuasa hukum mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji profesor Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, ada perbedaan pendapat mengenai eksekusi putusan batal demi hukum, termasuk putusan terhadap kilennya.

Yusril mengaku  menghormati perbedaan pendapat tersebut. "Saya juga tidak memaksakan pihak lain agar menerima pendapat saya. Mana yang benar dan yang salah. Saya serahkan kepada sejarah. Kewenangan mengeksekusi putusan pengadilan adalah kewenangan jaksa," ujar Yusril dalam rilisnya kepada Tribun (27/4/2013).

 Yusril menegaskan, jika jaksa tetap ingin mengeksekusi putusan seperti itu, ia menyatakan kembali menyerahkan kepada sejarah utk menilai. Apakah, keputusan itu benar atau tidak

"Jangan ada kesalahpahaman seolah-olah saya menghalang-halangi eksekusi. Kewajiban saya hanya mengingatkan. Didengar atau tidak, bukan masalah.  Saya berdoa semoga Allah SWT menunjuki bangsa ini ke jalan yang lurus, jalan yang benar," pungkas Yusril.

Seperti dikutip dari Kompas.com dijelaskan, perdebatan soal sah atau tidaknya eksekusi yang dilakukan kejaksaan bermula dari penolakan Susno. Susno dan kuasa hukumnya menilai putusan kasasi MA tidak mencantumkan perintah penahanan.  Susno berdalih eksekusi tak bisa dilakukan.

Tidak dicantumkannya perintah penahanan, dalam pandangan Susno, membuat putusan itu batal demi hukum. Kubu Susno mengacu pada ketentuan Pasal 197 ayat (2) KUHAP yang menyatakan bahwa putusan batal demi hukum jika tidak memuat ketentuan Pasal 197 ayat (1) KUHAP.

Adapun Pasal 197 ayat (1) huruf k menyatakan bahwa surat pemidanaan di antaranya harus memuat perintah supaya terdakwa ditahan atau tetap dalam tahanan atau dibebaskan.

Pasal tersebut pernah diajukan uji materi oleh Parlin Riduansyah dengan Yusril sebagai kuasa hukumnya. Pemohon meminta agar mendalilkan bahwa Pasal 197 ayat (1) huruf k juncto Pasal 197 ayat (2) sepanjang frasa "batal demi hukum" dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3), Pasal 28D ayat (1), dan 28G ayat (1) UUD 1945 karena memuat rumusan yang menimbulkan ketidakpastian hukum.

Uji materi ini ditolak oleh Mahkamah Konstitusi melalui putusan yang dibacakan pada 22 November 2012. Dalam pendapatnya, MK menyatakan bahwa penafsiran tidak dimuatnya ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf k dalam surat pemidanaan akan mengakibatkan putusan batal demi hukum justru bertentangan dengan UUD 1945.

MK juga menyatakan, Pasal 197 ayat (2) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat bila diartikan surat putusan pemidanaan yang tidak memuat ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf k mengakibatkan putusan batal demi hukum.

Selain itu, MK memutuskan perubahan bunyi Pasal 197 ayat (2) dengan menghapus bagian huruf k sehingga bunyinya menjadi, "Tidak dipenuhinya ketentuan dalam ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, h, j, dan l pasal ini mengakibatkan putusan batal demi hukum".
 


11.35 | 0 komentar | Read More

Uje Bagi-bagi Rezeki Jelang Ajal Menjemput

Tribun Manado - Sabtu, 27 April 2013 09:57 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Sebelum maut menjemputnya, Ustadz Jefry Al Buchori alias Uje sempat dua kali mengalami kecelakaan.

"Saat di Jalan Radio Dalam, dia sempat dua kali jatuh. Pertama jatuh merebah karena jalan tak rata. Kedua, ketika beliau mau melewati bus tiga perempat dan ternyata ruangan untuk menyalip menyempit beliau mundur tapi karena jalan sempit dan dia jatuh lagi," kata Fajar Sidik, adik kandung Uje, Jumat (26/4/2013).

Musibah berturut-turut itu membuat rekan Uje minta agar dirinya tidak mengendarai motor gede alias moge. Namun, Uje berkeras tetap mengendarai sendiri kendaraannya dan sampai di tempat yang dituju di kawasan Kemang.

"Saat mau dibawakan motornya, katanya, gue sehat kok," ujar Sidik mengulangi kalimat yang disampaikan Uje.

Malam itu, ia menunggang motor sport bernomor polisi B 3590 SGQ, meninggalkan rumah di kompleks Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang, menuju sebuah kafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan.

Rombongan motor itu tiba di lokasi pertemuan sekitar pukul 22.30 WIB. Di tempat itu Uje dan rekan-rekanya membicarakan mengenai program acara Uje di dua stasiun televisi.

"Insya Allah kontrak programnya akhir Mei, dan hari ini seharusnya beliau ada acara ke Hongkong, dan saya sudah booking tiketnya," ungkapnya.

Firasat lainnya, Sidik mengungkap, terjadi sejumlah kejadian luar biasa di sela
perbincangan di kafe kopi yang menjadi tempat pertemuan itu. Saat itu, Uje menjadi orang yang sangat mudah mengeluarkan uang untuk orang lain.

"Kejadian luar biasa. Waktu itu, ada SPG menawarkan rokok ke Uje. Buat saya, SPG itu, mohon maaf, Subhanallah manisnya. Dia menawarkan dua bungkus rokok, lalu Uje ambil duit Rp 200 ribu dan langsung dikasih ke SPG itu. Padahal, setahu saya SPG itu nonmuslim. Kata Uje, biarkan saja, itu rezeki dia. Malah sempat diusir sama security. Tapi, security-nya dikasih rokok seslop. Uje bilang lagi ke security itu, 'Nih rezeki lo'. Kita-kita nanya, 'Kok Abi (Uje) baik banget'. Katanya, 'Biarin ini rezeki dia'" paparnya.

Setelah panjang lebar berbincang ditemani secangkir kopi, Uje dan rekan-rekannya meninggalkan kafe tersebut menuju tempat parkir.

Sidik mengaku terkejut lagi karena Uje kembali mengeluarkan uang Rp 100 untuk membayar jasa parkir motornya.

"Di parkiran ada empat motor, Uje kasih Rp 100 ribu. Kami nanya lagi, 'kok Abi baik banget sih. Katanya, ini sudah rezekinya," tuturnya.

Selanjutnya, rombongan itu pergi meninggalkan kafe dan Uje tetap mengendarai mogenya seorang diri menuju ke rumahnya selepas pukul 01.00 WIB. Namun, Uje selalu dikawal dua rekannya. (abdul qodir)


11.35 | 0 komentar | Read More

1.118 Peserta Perebutkan Posisi Camat dan Lurah

Tribun Manado - Sabtu, 27 April 2013 10:41 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID- Uji kompetensi Lurah dan Camat dalam seleksi dan promosi terbuka yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi dilaksanakan hari ini, Sabtu (27/4/2013). Kompetensi Lelang Jabatan ini dibagi menjadi tiga gelombang karena banyak peserta yaitu 1.118 peserta.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Badan Kepegawaian Daeraah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Budi Utomo saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

"Gelombangnya juga jadi tiga, karena pesertanya banyak," kata Budi Utomo.

Budi menjelaskan ada delapan sekolah yang laboratorium komputernya akan digunakan sebagai tempat ujian, yakni SMKN 1, SMAN 1, SMKN 14, SMKN 16, SMA 35, SMPN 1, SMAN 3, SMAN 70, dan SMAN 68. Namun karena masalah jaringan internet, akhirnya SMAN 68 batal dijadikan sebagai lokasi ujian.

"Jadinya hanya delapan sekolah, karena satu sekolah lainnya (SMAN 68) kurang bandwith," ujarnya.

Peserta yang berhak mengikuti uji kompetensi dalam Lelang Jabatan mencapai 1.118 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 328 peserta yang membidik posisi Camat dan 790 peserta yang membidik posisi lurah.

Uji kompetensi bidang akan dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB (tiga gelombang) dan dilakukan secara serentak di delapan sekolah tersebut. Ujian digelar online dengan seribu jenis soal. Masing-masing peserta akan mengerjakan 90 butir soal dalam waktu 90 menit.


11.35 | 0 komentar | Read More

Putra Bungsu Uje Merengek Melarang Ayahnya Pergi

Tribun Manado - Sabtu, 27 April 2013 11:29 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Firasat atau isyarat buruk telah menghampiri Ustadz Jefry Al Buchori alias Uje sebelum menunggang motor gede Kawasaki ER6n 650 cc, miliknya, Kamis (25/4/2013) larut malam.

Malam itu, ia menunggang motor sport bernomor polisi B 3590 SGQ, meninggalkan rumah di kompleks Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang, menuju sebuah kafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan.

Fajar Sidik, adik kandung Uje, menceritakan dia dan Uje memang merencanakan pertemuan di sebuah kafe kopi, Black Canyon Coffee La Codefin, Kemang malam naas itu.

Saat hendak meninggalkan rumah, Uje sudah dilarang pergi oleh seorang yang selama ini dianggap Uje sebagai ayahnya, Agus Oong. Larangan untuk pergi itu dikarenakan kondisi Uje sedang sakit.

Untuk meluluhkan hati Uje, Agus Oong membawakan putra bungsu Uje, Ataya Bilal Rizqullah, ke depan motor gede yang hendak ditungganginya. Bilal pun merengek meminta tetap berada di rumah, menemaninya bermain.

"Sebenarnya sudah dilarang sama ayah, yang dari Jember. Karena tahu Uje sakit, makanya dipuasain sama ayah, dan dia datang ke sini. Jadi beliau berkali-kali melarang. Beliau bilang, 'Yah, Jefri mau tuntaskan malam ini lalu dibawalah Bilal, ke depan motor. Ayah kan percaya 'kan takdir? Lalu cium tangan, dan dicium ininya (dahi)," ujar Fajar Sidik seusai pemakaman Uje di TPU Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013) petang.

Namun, larangan Agus Oong tak menyurutkan niat ustadz kondang itu meninggalkan rumah. Selanjutnya, Uje, dan sejumlah rekannya berangkat dengan empat sepeda motor. Uje mengendarai sendiri motor gede Kawasaki bertenaga 650 cc dari rumahnya.

"Saya berangkat dari Jakarta lewat Kota," ujar Fajar Sidik.

Sidik yang akrab disapa Decki itu menegaskan, tujuan kakaknya berangkat ke Kemang untuk sekadar refreshing.

"Beliau di sana untuk takziah, tapi refresh saja karena belakangan dia sakit. Lalu keluar dan berangkat lah dia," tandasnya.

Selain itu, ada diskusi tentang pembuatan film mengenai puasa atau ramadan 2013 yang akan syuting di Arab Saudi, bulan depan. (abdul qodir)


11.35 | 0 komentar | Read More

Pesan Terakhir Ustad Uje ke Jamaah

Written By Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 11.35

Tribun Manado - Jumat, 26 April 2013 11:23 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Jeffry Al-Buchori atau lebih akrab disapa Ustaz Uje meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat dini hari, 26 April 2013. Pria kelahiran 12 April 1973 ini tewas setelah motor Kawasaki yang dikendarainya menabrak pohon.

Sahabat Uje, Ustaz Mahdy Alatas menyampaikan kabar duka tersebut lewat media sosial, Twitter. Menurut Mahdy, Uje sempat menulis permintaan maaf lewat BlackBerry (BB) beberapa hari lalu.

"Tiga hari lalu Ustaz Jefry Albukhari menulis pesan melalui BB-nya, permintaan maaf kepada semua lapisan masyarakat dan jamaah bahwa hari itu adalah terakhir ia menggunakan BB-nya," ujar Mahdy lewat akun Twitter sekitar satu jam lalu.

Ucapan duka cita juga datang dari sahabat Uje lainnya, Creativepreneur sekaligus sutradara Ipang Wahid. Ia menuturkan, dirinya masih sempat berkomunikasi lewat BB dengan Uje, Kamis kemarin.

"Selamat jalan sahabat. Semoga khusnul khotimah," ucapnya lewat Twitter.

Selain sahabat, ucapan duka cita juga mengalir tak henti-hentinya di situs microblogging tersebut. Beberapa masyarakat bahkan kaget dengan kepergian mendadak sang ustaz.

Jenazah Ustaz Uje

Saat ini jenazah sudah berada di rumah duka. Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. Almarhum meninggalkan seorang istri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. (sj)


11.35 | 0 komentar | Read More

Apa Sih Helm yang Dipakai Uje, Kok Kepalanya Luka? Ini Cerita Adiknya

Tribun Manado - Jumat, 26 April 2013 11:22 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Ustad Jeffry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai motor gede di Jl Gedung Hijau Raya,Pondok Indah, Jumat (26/4/2013) dinihari sekitar pukul 01.07 WIB.

Penuturan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Adiningrat  Uje -panggilan akrabnya- mengalami luka di kepala dan tangan.

Adik kandung Uje yakni Deki Fajar Sidiq menuturkan, saat kecelakaan terjadi, Uje yang mengendarai Moge memakai helm half face atau helm yang bagian depan wajah terbuka.

"Helm yang beliau pakai half face, bukan full face," ujarnya di rumah duka di Rempoa, Bintaro.

Uje juga memakai rompi kulit berwarna hitam untuk melapisi kaos yang dikenakannya.

Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Adiningrat menuturkan, Uje mengalami kecelakaan tunggal. Motor yang dikendarai menyerempet trotoar dan kemudian limbung lalu menabrak pohon palem persis di depan rumah No 17 Jl Gedung Hijau Raya, Pondok Indah.


11.35 | 0 komentar | Read More

Saksi Mata: Kondisi Ustad Jeffry Memprihatinkan

Tribun Manado - Jumat, 26 April 2013 11:34 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Ustad Jeffry Al Buchori atau biasa disapa Uje meninggal dunia. Uje mengalami kecelakaan hebat Jumat malam 26 April 2013.

Motor Kawasaki E650 B 3590 SGQ yang dikendarainya menabrak sebuah pohon palem di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, sekitar pukul 01.00 WIB.

Kejadian itu pun disaksikan oleh satpam lingkungan sekitar, Juhari. Dia menuturkan, kondisi Uje sangat parah.

"Orang itu sudah tergeletak di jalan, parah, ada darah bercucuran di kepala. Tangan sebelah kiri sudah menekuk," tuturnya.

Ia pun memastikan orang itu adalah Uje ketika dievakuasi menggunakan taksi ke rumah sakit.

"Pas naikin ke taksi sekitar jam 1, saya hanya lihat korbannya Pak Ustad Jefrry," tuturnya.

Uje sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah, namun nyawanya tak tertolong.

Jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. Almarhum meninggalkan seorang istri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.


11.35 | 0 komentar | Read More

Dumais Siapkan Rp 300 Juta untuk Caleg DPRD Sulut

Tribun Manado - Jumat, 26 April 2013 12:02 WITA


 
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
 
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG –
Sejumlah calon anggota DPRD Sulut dari dapail 2 Kota Bitung dan Kabupaten Minut tengah mempersiapkan keikursertaan mereka agar bisa duduk sebagai penghuni gedung cengkih Sario Manado tersebut.

Berbagai kesiapan hingga ketersediaan uang merupakan kewajiban dari bakal caleg ini untuk meraup suara sebanyak mungkin di dua daerah yang ada di Sulut. "Kalau saya uang yang akan disiapkan pada pileg DPRD Sulut mendatang dikisaran rp 300 juta," kata Jhon Dumais nomor urut 3 caleh Demokrat untuk DPRD Sulut kepada Tribun Manado, Kamis (25/4).

Menurut ketua Komisi A DPRD Sulut ini, anggaran yang ia perispakan untuk bertarung pada pilcaleh tidak semua calon memperiapkan uang dengan nominal angka ratusan juta. "Tergantung kemampuan dari masing-masing yang memang beda cara meramunya," tambahnya.

Mantan ketua Pengurus Perbasi Kota Bitung ini dalam menghadapi pilcaleg 2014 nanti dirinya menganut prinsip yang sederhana. "Mungkin kalian banyak yang bertanya apa yang telah saya lakukan hingga saat ini untuk maju pada pilcaleg. Kalau yang lain baru mau mulai kampanye, sosialisasi dan melakukan pendekatan dengan masyarakat maka saya sudah jauh lebih dulu melakukannya sejak dilantik menjadi anggota DPRD Sulut 4 tahun sila,," kata dia.

Lanjutnya disaat itulah dirinya sudah mulai melakukan kampanye karena kampanye yang paling efektif adalah saat bekerja dan berkomitmen kepada konstituen. "Hal ini sudah tersosialisasi, karena kampanye legislatif berbeda dengan kampanye

  Pilkada jadi yang diperlukan adalah bagaimana membangun komunikasi dengan rakyat dan berkomitmen serta mempertegas fungsi sebagai wakil rakyat," urainya. Biraca mengenai uang yang disiapkan untuk pilcaleg DPRD Sulut relative tergantung pendekatan dari masing-masing caleg karena sudah menjadi rahasi umum kalau uang memang perlu.

"Namun itu bukan segala-galanya, masyarakat harus benar-benar yakin bahwa figure yang dipilihnya adalah figure yang membangun dan memelihari komunikasi selama 5 tahun," tandasnya.(crz)


11.35 | 0 komentar | Read More

Denny Sumolang Siap Kembangkan Potensi Pariwisata dan Pertanian di Minut dan Bitung

Denny Sumolang Siap Kembangkan Potensi Pariwisata dan Pertanian di Minut dan Bitung

Tribun Manado - Jumat, 26 April 2013 12:04 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Chiristian Wayongkere 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - 

Denny Harry Sumolang caleg dari PKP Indonesia nomor urut 1 untuk DPRD Sulut dari dapil 2 Minut Bitung mengatakan bicara mengenai uang yang disiapkan sangat relative.

"Kalau saya sesuai dengan kebutuhan dan cost politic," kata Denny. Menurut ketua PSSI Kota Bitung ini, keinginannya untuk maju sebagai caleh DPRD Sulut dari dapil Bitung Minut karena PKP Indonesia memiliki standarisasi elektabilitas pencalonan. "Pertama Votters
Support atau dukungan ril dari pemiliha, kedua financial support atau dukungan keuangan yang mandiri, ketiga family and friend support atau dukungan dari keluarga dan teman yang mutlak," kata dia.

Keinginannya untuk maju sebagai caleh DPRD Sulut mengemban visi memberikan kontribusi dan berpartisipasi nyata dalam menjaga keseimbangan hidup semua lapisan masyarakat di Bitung dan Minut.

"Saya akan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda yang ada di Bitung dan Minut utuk berkreasi dan berinovasi dalam membangun kemampuan diri agar hidup bisa lebih berguna dan bermanfaat," tambahnya. Menyangkut misi yang akan dia emban, Sumolang bertekad untuk mengeksplorasi semua sumber pendapatan masyarakat yang ada di Bitung dan Minut. "Mulai dai bidang pertanian dan Pariwisata," tandasnya.(crz)


11.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger