Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

PWI Sulut Dialog dengan Tokoh Agama dan Media Massa

Written By Unknown on Senin, 21 Juli 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut dijadikan tempat dilaksanakannya dialog interaktif bersama tokoh agama, pemimpin media massa di Sulut, Senin (21/7/2014).

Dialog dengan tema "Beda Pilihan tapi Torang Ba Sudara" tersebut nampak turut dihadiri oleh Pendeta Teddy Batasina tokoh agama, Telman Roringpandey TVRI,  Joutje Kumajas ketua PWI,  Shafarudin Hasibuan kepala RRI, kepala LKBN Antara Wido sekaligus sebagai pembicara, nampak juga Prof Winsy Warouw, serta beberapa lainnya.

"Memang pimpinan media massa diundang, namun tidak semua hadir," jelas Jouthe Kumajas ketua PWI Sulut.

Menurutnya, dialog ini dibuat untuk mengantisipasi pengumuman hasil KPU, supaya masyarakat bisa menerima hasil pleno yang dibacakan nanti."Siapapun yang terpilih adalah presiden kita," jelasnya.

Dialog melibatkan media dan tokoh agama, sebab adaha hasil quick count yang sempat membuat situasi tidak kondusif."Nah peran media diharapkan bisa memberitakan berita yang membuat situasi menjadi kondusif, serta tidak terkotak-kotakan lagi," ucapnya.

Ditambahkannya, sengaja mengajak tokoh agama untuk berdialog, supaya dapat memberikan statemen kepada masyarakat, untu tetap menjaga persatuan dan kesatuan , dan media tidak terkotak-kotakan lagi.

"Komunikasi seperti ini harus intens dilakukan, sebagai wahana untuk pencerahan, dan ada pemahaman untuk mencermati dinamika bangsa," jelas Pendeta Tedius Batasina tokoh agama yang hadir.

Ia menambahkan, melalui dialog ini, masyarakat bisa mencurahkan pemikiran yang positif dan konstruktif untuk membangun bangsa, disertai dengan komitmen yang kuat.

"Terkait pemilihan, biar terjadi sesuai kehendak rakyat, dan itu perlu dihargai oleh kita semua," jelasnya.

Sementara itu, Telman dari pimpinan TVRI Sulut mengatakan bahwa forum ini perlu dilanjutkan, supaya ada ide dan masukkan serta koreksi yang bisa diberikan, tapi tidak melupakan kode etik masing-masing media.

"Harus ada keberimbangan media, yang bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, dengan melihat fenomena yang terjadi. Kita harus ingat beda pilihan tapi kita tetap harus sama," jelasnya.

Melalui dialog seperti ini juga, diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat."Bagaimana cara berpolitik yang baik, dan itu bisa disampaikan melalui berita di media," jelasnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

Sadis, Suami-Istri Lanjut Usia Dibunuh Perampok

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perampokan terjadi di Toko Sanjaya yang berjualan bahan bangunan di Jalan Pramuka No 17 Banjarmasin, Senin (21/7/2014).

Dua korban perampokan pasangan suami istri pemilik Toko Sanjaya yang menjual bahan bangunan Jalan Pramuka No 17 Banjarmasin, Senin (21/7/2014) tersebut bernama Hadirianwan Trikesumah (74) dan Erniewati Chandranata (69)

Diduga dalam peristiwa tersebut kedua orang itu tewas.

Sekarang kedua jenazah tersebut sudah dibawa ke ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

Hingga kini kondisi jalan Tembus Pramuka masih macet yang mencapai ratusan mobil masih merayap.


11.35 | 0 komentar | Read More

Pacar Baru Jupe Berinisial D

TRIBUNMANADO.CO.ID, KUNINGAN - Kisah kasih asmara antara Julia Perez (33) dengan Gaston Castano sudah lama berakhir. Meski masih terasa sulit melupakan pria yang berprofesi sebagai pesepakbola itu, nyatanya pemilik nama asli Yuli Rachmawati tersebut berusaha untuk move on.

Buktinya ada sesuatu yang berbeda dengan penampilan Jupe, sapaan akrabnya kala menghadiri acara Senandung Suara Damai Indonesiaku di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Jupe terlihat mengenakan cincin berinisial huruf D di jari tengah tangan kanannya.

Awak media pun penasaran dengan inisial tersebut dan berusaha mempertanyakan apakah cincin itu inisial nama depan kekasih barunya atau tidak. Sayangnya sambil tersipu malu, Jupe memilih untuk enggan menjawab.

"Enggak ada apa-apa ini. Udah ah, ngomongin yang lain aja," ujarnya sembari tertawa, saat ditemui di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2014) malam.

Usai menjawab pertanyaan awak media, tidak berapa lama pemain film 'Gending Sriwijaya' itu langsung memutar cincin tersebut agar huruf D yang ada tidak terlihat wartawan. Namun demikian Jupe menjelaskan bahwa cincin tersebut dibelinya belum lama ini.

"Gue beli di Bali kemarin pas ulang tahun," kata pemain film 'Caleg By Accident' tersebut sembari tertawa.

Tidak puas dengan jawaban yang dilontarkan Jupe, awak media yang masih penasaran kembali bertanya kepada pemain film 'Main Dukun' tersebut. Namun jawaban sekenanya lagi-lagi meluncur dari mulut Jupe.

"Ah mau tahu aja, kepo banget deh," tutur artis berdada sentosa itu sambil tertawa.

Tidak ingin dibahas lagi mengenai cincin yang dikenakan, dengan santai Jupe langsung melepaskan cincin dan memasukkannya ke dalam pakaian. Namun beberapa lama kemudian Jupe kembali merogoh cincin yang sudah terlanjur masuk ke dalam pakaian yang dikenakan karena tidak ingin kehilangan cincin tersebut.


11.35 | 0 komentar | Read More

Madrid Wariskan Nomor 10 untuk James Rodriguez?

Selebrasil gelandang Kolombia, James Rodriguez, seusai membobol gawang Pantai Gading, Kamis (19/6/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Real Madrid dikabarkan sudah resmi mendapatkan James Rodriguez. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya penyerang timnas Kolombia itu sampai di Kota Madrid, Minggu (20/7) WIB.

Kabar kepastian James sudah resmi berkostum Los Blancos ialah ketika salah seorang pengguna Twitter mengunggah foto gerai resmi merchandise Real Madrid. Penampakannya ialah jersey bertuliskan nama James dengan nomor punggung 10. Selain itu,ada juga foto James Rodriguez di bandara yang diunggah oleh akun SocialRMadrid.

Sebelumnya, Madrid dikabarkan masih terlalu rumit untuk proses transfer top skor Piala Dunia 2014 itu. Boyongan Rodriguez dari AS Monaco harus menunggu penjualan Angel Di Maria ke PSG. Agen Rodriguez menyebutkan, nilai transfer untuk kesepakatan itu akhirnya berada di angka 80 juta euro atau sekitar Rp 1,226 triliun.


11.35 | 0 komentar | Read More

Tim Prabowo Laporkan KPU ke Mabes Polri

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan melaporkan Komisi Pemilihan Umum ke Mabes Polri, Senin (21/7/2014) sore nanti. Sebelum membuat laporan ke Mabes Polri, mereka akan terlebih dulu membuat laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Laporan-laporan tersebut dilakukan terkait langkah KPU yang tetap melakukan rekapitulasi nasional hari ini.

Sebelumnya, Prabowo mengimbau KPU untuk menunda rekapitulasi nasional karena masih terjadi banyak kecurangan di berbagai daerah. Prabowo merasa KPU tidak layak mengumumkan hasil rekapitulasi jika berbagai persoalan belum diselesaikan.  
"Kalau tetap dilanjutkan, siang nanti akan ada orang-orang kita yang ke DKPP untuk melaporkan. Ke Mabes Polri mungkin sore," kata Ketua Tim Hukum dan Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburakhman, saat dihubungi, Senin pagi.

Habiburakhman menyadari bahwa waktu untuk mendesak KPU agar menghentikan rekapitulasi semakin sempit. Selasa (22/7/2014), KPU rencananya mengumumkan hasil rekapitulasi dan menetapkan pemenang pilpres.

"Oleh karena itu kita lakukan berbagai cara, termasuk kemungkinan terburuk," ujar dia.

Habiburakhman merasa bahwa pihaknya saat ini sudah mendapatkan dukungan dari Badan Pengawas Pemilu, baik di daerah maupun di pusat. Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS yang bermasalah.

"Tidak ada pilihan lain selain KPU menjalankan rekomendasi Bawaslu. Baru lanjutkan rekapitulasi. Alasan kok gak ada waktu. Kita punya banyak waktu sampai 8 Agustus," ujarnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

WNI dan Keluarga, Suami Istri dan Anak Bungsu Korban MH17

Written By Unknown on Sabtu, 19 Juli 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID, KEBAYORAN BARU - Seorang WNI, Vickyline Kurniati Kardia (39), bersama suaminya yang berkebangsaan Belanda, Emile Van Muijlwijk (45), dan putri bungsu mereka, Adinda Larasati Putri Van (9), tercatat sebagai penumpang di Pesawat Malaysia Airlines yang ditembak jatuh di Ukraina.

Kakak tertua Vicky, Herry Kardia (56), kepada wartawan di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan mereka mendapat kabar duka itu kemarin, setelah dikabari ibunda Emile, bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditumpangi rombongan tersebut ditembak jatuh di Ukraina.

"Saya lihat di televisi juga ada beritanya, memang ada pesawat Malaysian Airlines yang ditembak jatuh," katanya.

Kata Herry adiknya itu bekerja di sebuah perusahaan cargo di Singapura itu, bersama sang suami dan putri bungsu mereka mengunjungi negri kincir angin tersebut selama tiga minggu untuk berlibur, sekaligus mengunjungi anak kedua mereka yang bersekolah di Belanda.

Rombongan tersebut berencana pulang ke Singapura karena masa cuti mereka sudah habis. Mereka kembali ke Singapura menumpang pesawat dari maskapai yang sama, Malaysian Airlines.

"Saya juga baru tahu belakangan mereka naik Malaysian Airlines, biasanya mereka naik KLM, saya tidak tahu kenapa," ujarnya.

Hingga kini belum ada pihak Kementerian Luar Negeri mau pun dari pihak maskapai yang menghubungi keluarganya. Ia memaklumi hal tersebut, walaupun Vicky tercatat sebagai warga kota Bandung, Jawa Barat, namun kediaman utama Vicky dan keluarganya adalah di Singapura.

Namun demikian ia mempercayai kerabatnya di Belanda, untuk mengurus kasus tersebut. Selain itu keluarganya juga berencana mengirim salah seorang anggota keluarga ke Belanda, untuk membantu.

"Mudah-mudahan jenazahnya masih bisa dikenali," tandasnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

Julises Ajak Warga Manado Olah Sampah Jadi Kompos

Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sampah menjadi masalah yang terus dituntaskan di kota Manado, terutama mengubah pola pikir masyarakat.

"Kami terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik penjelasan langsung maupun lewat spanduk dan bentuk lainnya juga," jelas Julises Oehlers Kadis Kebersihan kota Manado, Kamis (17/7/2014).

Ia menjelaskan, di Manado, rata-rata setiap harinya per orang membuang sampah 00,48 meter kubik atau setara dengan dua liter.

"Kami dengan armada yang ada, setiap hari mampu mengangkat 1.700 hingga 2.000 meter kubik sampah setiap hari, dan itu belum bisa menghabiskan jumlah sampah dari 5.000-an masyarakat Manado," jelasnya.

Jika dipersentasekan yang basa terangkat hanya 80-90 persen saja. "Sampah yang belum terangkat yaitu yang berada di selokan atau saluran air," kata dia.

Selain itu menurutnya di Manado, sampahnya tidak hanya berasal dari Manado saja, melainkan juga dari luar daerah. "Sampah dari pendatang juga menambah jumlah sampah di Manado," katanya.

Padahal menurutnya di UU 18 tahun 2008 sudah diatur, bahwa masyarakat juga harus mengelola sampah agar tidak semuanya di buang. "Sampah ini kan bukan hanya merupakan tanggungjawab dari Dinas Kebersihan, tapi juga masyarakat, makanya seharusnya dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik, supaya bisa diolah menjadi kompos yang organik, sedangkan yang nonorganik bisa dibuang sebagai sampah residu," jelas dia.


11.35 | 0 komentar | Read More

Astaga, Balita Diduga Diperkosa Siswa Kelas 5 SD

TRIBUNMANADO.CO.ID, GOWA - Seorang bocah berusia 4,5 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban pemerkosaan tetangganya yang adalah siswa kelas 5 sekolah dasar.

"Katanya sudah dua kali diperkosa, terakhir tadi sore waktu buka puasa," tutur Kasma, orangtua korban, Jumat (18/7/2014). Dugaan pemerkosaan itu terjadi di kolong rumah balita tersebut, di Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Gowo.

Orangtua balita ini membawa putrinya ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Gowa untuk melaporkan dugaan kasus tersbut. Menurut Kasma, anaknya bercerita tentang apa yang dilakukan AB (11) kepadanya karena merasa takut.

Aparat kepolisian yang menerima laporan dari korban kemudian melakukan penyelidikan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf untuk dilakukan visum.

"Sesuai dengan laporan, korban sudah dua kali diperkosa dan pelakunya juga masih di bawah umur, yakni kelas 5 SD," kata Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Gowa, Aiptu Arief. Pelaku belum ditahan tetapi sejumlah polisi sudah mendatangi rumahnya untuk mencegah tindakan dari keluarga korban.


11.35 | 0 komentar | Read More

Anak Bungsu Sempat Tanya Kenapa Pilih Malaysia Air

TRIBUNMANADO.CO.ID, KEBAYORAN BARU - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Vickyline Kurniati Kardia (39), bersama suami nya yang berkebangsaan Belanda, Emile Van Muijlwijk (45), dan putri bungsu mereka, Adinda Larasati Putri Van,(9), tercatat sebagai penumpang di Pesawat Malaysia Airlines MH 17 yang ditembak jatuh di Ukraina.

Kakak tertua Vicky, Herry Kardia (56), kepada wartawan di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengatakan Vicky setahu dia jarang menumpang pesawat Malaysia Airlines. Namun yang ia tahu saat berangkat liburan ke Belanda, Vicky dan keluarganya menumpangi pesawat dari maskapai yang sama.

Adinda sesaat sebelum menumpangi pesawat itu dalam penerbangan ke Kuala Lumpur, bahkan sempat mempertanyakan pemilihan maskapai Malaysia Airlines oleh orangtua mereka.

Adinda yang masih berumur 9 tahun itu sempat khawatir, karena pada 8 Maret lalu pesawat Malaysia Airlines MH 370 rute Kuala Lumpur - Beijing menghilang, dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

Herry mengaku mengetahui keponakannya itu pernah menuturkan demikian, setelah dihubungi ibunda Emile, sesaat setelah kejadian. Selain mengabarkan kabar duka tersebut, ibunda Emile juga menceritakan saat-saat terakhir ia melepas rombongan tersebut di Belanda.

"Adinda walau pun masih berumur sembilan tahun dia tahu kasus Malaysia Airlines, dia pintar," terangnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

Ayah dari Keponakan Vina Panduwinata ke Belanda Hari Ini

Kompas.com/Yohanes Debritho Neonnub

Vina Panduwinata memeluk Jani Panduwinata, ayah dari Shaka Tamaputra Panduwinata dan Miguel Gaysi Panduwinata, di kediaman ibu Vina, Albertine Supit, di Kompleks Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (18/7/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LEBAK BULUS - Jani Panduwinata, ayah Shaka Tamaputra Panduwinata (21) dan Miguel Panduwinata (13), akan terbang ke Belanda pada Sabtu (19/7/2014).

Jani adalah adik bungsu dari biduan Vina Panduwinata. Shaka dan Miguel turut menjadi korban tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines berkode penerbangan MH17 pada Kamis (17/7/2014).

Jani bertolak ke Belanda bersama Boyke Panduwinata, salah satu kakaknya juga, untuk mengurus jenazah Shaka dan Miguel. "Sebenarnya malam ini berangkat, tetapi kami tunda besok. Biar segalanya dipersiapkan dengan baik," kata Vina, di Kompleks Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2014).

Menurut Vina, Jani pada Jumat sore sudah mengurus visa keberangkatannya ke Belanda. Di Belanda, kata Vina, Jani akan menemui istrinya, Shamira, dan anak kedua mereka, Mikha.

Vina masih belum bersedia berkomentar banyak soal rencana pemakaman kedua keponakannya itu. "Kami belum tahu pastinya di mana. Kami serahkan ke orangtua Shaka dan Miguel," kata dia.


11.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger