Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ampuhkah Politik Uang?

Written By Unknown on Minggu, 06 April 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID, DEPOK- Para peserta kampanye terbuka berdesakan di depan panggung di salah satu lapangan di Sumatera Utara sambil mengulurkan tangan mereka. Ketika itu, seorang calon anggota legislatif, tokoh sebuah parpol, beserta beberapa pendukungnya bernyanyi dan berjoget sambil membagi-bagikan uang saat kampanye menjelang pemilu legislatif.

Praktik politik uang dalam pemilu, meskipun hal itu adalah pelanggaran, sudah bukan rahasia lagi. Hasil survei bahkan menunjukkan, mayoritas publik mengaku bersedia menerima pemberian uang dari para caleg atau partai politik.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional, Umar S. Bakry, seperti dikutip dari Antara, sebanyak 69,1 persen responden mengaku bersedia menerima pemberian uang dari caleg atau parpol dalam Pemilu 2014, dengan alasan berbeda-beda. Padahal pada Pemilu 2009, survei LSN mengenai politik uang menunjukkan masih kurang dari 40 persen publik yang bersedia menerima pemberian uang dari caleg atau parpol.

Besarnya persentase responden yang bersedia menerima pemberian uang merupakan indikator nyata bahwa potensi politik uang dalam Pemilu 2014 sangat tinggi. Sikap mayoritas publik merupakan potensi bagi mudahnya terjadi politik uang sebagai instrumen untuk mendulang suara.

Memang, sebanyak 41,5 persen responden menyatakan, meskipun bersedia menerima uang, tapi tidak akan mempengaruhi pilihannya. "Namun, dengan sikap seperti ini, sama saja mereka sudah membuka pintu lebar-lebar bagi berkembangnya politik uang," kata Umar.

Dia berpendapat, sikap permisif masyarakat terhadap politik uang merupakan produk dari politik transaksional yang marak dilakukan oleh para caleg dan calon kepala daerah sejak berlakunya era pemilihan langsung. Dengan meraih 5 atau 10 ribu suara saja, caleg sudah bisa mendapat kursi DPRD. Karena itu mereka memilih jalan pintas politik uang.

Di Jawa Barat, Badan Pengawas Pemilu menemukan 22 kasus dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan dalam rentang waktu 16 Maret hingga 27 Maret 2014. Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto menyebutkan, kasus dugaan politik uang itu terjadi di 13 kabupaten/kota di Jabar.

Kasus terbanyak ditemukan di Kabupaten Ciamis (tujuh kasus), disusul Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, dan Kota Bekasi dengan masing masing dua kasus. Sisanya terjadi di Kabupaten Karawang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cirebon.

Partai Amanat Nasional menjadi yang paling banyak terjerat pelanggaran ini dengan lima kasus. Diikuti Golkar dan PDIP dengan empat kasus, Nasdem tiga kasus, dan Gerindra dua kasus. Sisanya, yakni PKS, Demokrat, Hanura, dan PBB dengan masing-masing satu kasus. Semua kasus dugaan politik uang itu masih di proses di Bawaslu kabupaten/kota.

Setiap kasus memiliki batas kadaluwarsa tujuh hari sejak dilaporkan. Waktu tersebut digunakan untuk penulusuran, kemudian dikaji di tingkat Gakumdu. Jika memenuhi unsur pelanggaran, maka akan diteruskan ke kepolisian dengan jatah waktu maksimal 14 hari. Pelaku akan dijerat dengan UU nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu.

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Malang menemukan praktek politik uang dalam kampanye terbuka Partai Demokrat oleh seorang caleg nomor urut 1 daerah pemilihan Kecamatan Kepanjen, Pagelaran, Bululawang, dan Kecamatan Gondanglegi.

Menurut George Da Silva dari Divisi Penangangan dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Kabupaten Malang, praktik politik uang tersebut berupa bagi-bagi uang Rp 20.000 kepada para simpatisan di lokasi kampanye terbuka.

Panwaslu mengamankan barang bukti berupa dua lembar uang pecahan Rp 10.000, satu kaus, dan satu stiker bergambar caleg. "Dengan bukti yang kami miliki itu kampanye Partai Demokrat jelas melanggar Pasal 86 ayat (1) huruf (j) tentang menjanjikan atau memberi uang atau materi lain ke peserta lain dengan ancaman hukuman dua tahun dengan denda Rp 24 juta," ujarnya.

Padahal awal Meret, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf meminta semua pihak mengawasi praktek politik uang pada Pemilu 2014 dan berharap publik ikut mengawasi jika ada calon legislator Demokrat yang terlibat dalam politik uang.

"Panwaslu mengawasi dan bisa memberi sanksi didiskualifikasi," katanya.

Nurhayati juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi ikut melakukan pencegahan atas politik uang. Seharusnya wakil rakyat yang terpilih adalah mereka yang benar-benar mengabdi untuk masyarakat, bukan karena politik uang dan memiliki kemampuan finansial saja.

Transaksi mencurigakan meningkat

Politik uang mengarah pada adanya peningkatan transaksi mencurigakan menjelang tahapan kampanye pemilu legislatif. Menurut Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso, berdasarkan riset menjelang pemilu peningkatannya 125 persen. "Tetapi untuk bulan ini (Maret) kita masih melihat peningkatannya itu 40 persen," katanya.

Transaksi mencurigakan itu terlihat dari profil dan pola transaksi yang terjadi. "Kategori mencurigakan itu yang di luar profil dan di luar pola transaksi," katanya.

Dari sejumlah transaksi mencurigakan itu, terdapat setoran calon anggota legislatif dalam jumlah besar kepada pengurus partai. Ada juga dana pengusaha ke pengurus partai.

Terkait dengan politik uang yang gencar terjadi menjelang Pemilu 2014 ini, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto berujar, "boleh saja terima uang asal coblos sesuai pilihan hati."

Menurut dia, partainya tak akan memaksa masyarakat untuk memilih partai berlambang kepala garuda itu dalam pemilihan nanti. "Kami mau terapkan salah satu slogan Pemilu 2014, yaitu bersih dan jujur. Jadi kami tidak paksakan pilihan kepada publik, termasuk kepada kader kami," ujarnya.

Prabowo juga berharap seluruh kader tak menjual suaranya dalam pemilu nanti. "Soalnya, republik ini bisa dibeli. Hampir semua aktivitas dan pekerjaan di Indonesia bisa dibeli," katanya.

Dia justru memastikan bakal mengusir kader partainya yang melakukan korupsi. "Seandainya ada kader Gerindra yang berwatak maling, silakan hengkang! Kami tidak mau menerima kaum koruptor, karena kami berkeinginan menghilangkan semua koruptor dari Republik ini," ucap Prabowo.

Politik uang tak ampuh

Di tengah maraknya politik uang muncul pertanyaan apakah praktik yang dilakukan para kandidat itu sejalan dengan hasil pemilihan umum? Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Korupsi Politik Donal Fariz menjawab tidak. Dari hasil survei, kata dia, ternyata hanya 18,1 persen masyarakat yang terpengaruh dengan uang yang diberikan para caleg.

Sementara 42,8 persen akan memilih sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan, katanya, angka yang cukup mencengangkan, sebanyak 21,1 persen pemilih tidak akan memilih kandidat yang melakukan politik uang.

Di luar survei tersebut, realitas yang ditemukan oleh ICW dalam pemantauan Pemilu 2009 dan beberapa pilkada juga menunjukkan fenomena identik bahwa politik uang tidak sejalan dengan hasil pemilihan. Petahanan yang melipatgandakan alokasi bantuan sosial dalam pemilu tidak serta-merta berhasil menang, baik dalam pemilu maupun pilkada.

Publik saat ini semakin paham bahwa kandidat yang melakukan politik uang sangat berpotensi melakukan korupsi. "Maka, kita saat ini sangat mafhum mendengar anekdot warga 'Terima uangnya, jangan pilih orangnya'," katanya.

Seperti kata Donal, setidaknya ada dua pelajaran penting yang harus dipahami para kandidat dalam pemilu mendatang. Pertama, masyarakat sudah semakin "melek politik". Walaupun diberi uang atau sogokan dalam berbagai bentuk, masyarakat relatif tetap memilih kandidat sesuai dengan keinginannya. Uang hanya memengaruhi sebagian kecil kelompok saja

Kedua, uang suap kandidat sering kali "menguap". Yang kenyang justru sering kali tim sukses atau lembaga survei. Saat ini tidak ada lagi jaminan bahwa yang memberi uang akan dipilih oleh rakyat.


11.35 | 0 komentar | Read More

Akademisi: "Cabe-Cabean" Bukan Kejahatan

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA- Fenomena cabe-cabean tidak dapat dikategorikan dalam tindak kejahatan. Cabe-cabean adalah satu dari tindak kenakalan remaja.

Hal itu disampaikan Pengamat Kepolisian dari UI Bambang Widodo Umar kepada KOMPAS.com, Minggu (6/4/2014)."Memang crime, tapi tergolong dalam juvenile delinquency (kenakalan remaja). Penindakan secara pidana justru merusak mereka," kata Bambang.

Menurutnya, remaja cabe-cabean yang masih di bawah umur tersebut tidak bisa ditindak secara pidana. Polisi tidak boleh menahan mereka apalagi penahanannya dicampur dengan orang dewasa.

Ia menambahkan, penindakan yang tepat bagi cabe-cabean dan kenakalan remaja lainnya adalah pembinaan. Ia berharap pihak kepolisian dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk membina cabe-cabean tersebut.

"Kalau pun saat ini belum ada koordinasi, harus dimulai dari sekarang. Kalau tidak, ini akan meluas. Penangkapan dan penahanan lalu pemanggilan orang tua tidak akan menyelesaikan masalah," kata Bambang.


11.35 | 0 komentar | Read More

Menang, Leicester Kembali ke Premier League

TRIBUNMANADO.CO.ID - Leicester City kembali ke Premier League untuk kompetisi musim depan setelah absen selama 10 tahun. Kepastian tersebut didapat setelah Leicester mengalahkan Sheffield Wednesday dalam lanjutan Divisi Championship, Sabtu (5/4/2014).

Leicester sudah tidak mungkin terkejar peringkat ketiga, Queens Park Rangers, yang berbeda 19 poin dan laga tersisa enam pertandingan ke depan. Kemenangan atas Sheffield Wednesday pun disambut bahagia banyak pihak.

"Leicester promosi ke Premier League. Saya menanti kalimat ini setelah menunggu selama 10 tahun," kata mantan pemain Leicester dan juga tim nasional Inggris, Gary Lineker.

"Promosi ke Premier League memang menjadi pencapaian bagus kami. Namun, kami ingin menjuarai Divisi Championship. Masih ada enam pertandingan tersisa dan kami ingin memastikan menjadi juara," tandas kiper Leicester, Kasper Schmeichel.

"Semua orang bisa merayakan promosi kami pada malam ini. Tetapi, kami semua tahu setelah malam ini, kami harus kembali bekerja keras. Kami akan fokus pada pertandingan melawan Brighton. Pekerjaan terberat baru akan terjadi pada musim depan," lanjut anak dari kiper legendaris Denmark, Peter Schmeichel itu. (Sky Sports/Kompas.com)


11.35 | 0 komentar | Read More

Ponsel BlackBerry "Kopi" Kembali Menampakkan Diri

TRIBUNMANADO.CO.ID - BlackBerry "Kopi" adalah kode nama ponsel dengan desain papan ketik (keyboard) QWERTY yang rencananya beredar pada kuartal pertama 2014. Namun, akhir tahun lalu muncul kabar bahwa BlackBerry batal memproduksi ponsel berharga murah ini lantaran didera kesulitan finansial.

Toh, hal tersebut tak menghalangi foto-foto ponsel itu muncul ke permukaan. Sempat dikira menghilang, BlackBerry Kopi mulai menampakkan diri pada akhir Maret lalu dalam bentuk cangkang luar yang cukup menunjukkan rupa fisiknya.

Beberapa hari kemudian, pada awal April, kembali muncul bocoran foto yang lebih lengkap. Kali ini berupa perangkat jadi dalam gambar resolusi tinggi yang diambil dari berbagai sudut.

Foto-foto yang diperoleh CrackBerry dari situs Vietnam Techrum tersebut memperlihatkan bahwa BlackBerry Kopi berbentuk mirip BlackBerry Q5, ponsel menengah dengan sistem operasi BlackBerry 10 yang dirilis tahun lalu.

Sumber bocoran ini mengklaim bahwa BlackBerry Kopi memiliki layar berukuran 3,2 inci, port HDMI dan Micro USB, serta baterai PM1 berkapasitas 2.100 mAh yang bisa dilepas. Masih belum jelas kapan perangkat tersebut akan dilempar ke pasar.


11.35 | 0 komentar | Read More

Felix Takut Melintas Di Malam Hari

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU- Ketiadaan lampu jalan di Posigadan memicu tingginya kerawanan di malam hari.

Felix, warga yang sering melintas di jalanan itu mengaku takut melewati jalan itu. "Takut noh," kata Felix.

Penelusuran yang dilakukan Tribun Manado mulai dari desa Mamalia sampai di perbatasan Bolaang Uki, Sabtu (5/4/2014), ditemukan hampir tidak ada lampu jalan kecuali di depan rumah penduduk. Felix bahkan menyebut hal itu menjadi penanda perbedaan daerah.

"Kalau kita dengan kendaraan dari arah Gorontalo terus sudah mulai temukan jalan-jalan gelap berarti sudah masuk di wilayah Posigadan," sindirnya.

Tiadanya lampu jalan juga berimbas makin meningkatnya angka kejahatan, salah satunya pelecehan seksual.

"Kalau di sini paling banyak terjadi pelecehan seksual," ujar seorang warga yang lain.

Bupati Bolsel mengaku sudah menganggarkan APBD untuk pengadaan lampu jalan di sepanjang Posigadan. Lampu yang dipakai ialah lampu jenis merkuri.

"Biar jalan menuju Posigadan dari arah Gorontalo tidak gelap lagi," tandasnya.


11.35 | 0 komentar | Read More

Guardiola: MU Lebih Penting ketimbang Augsburg

Written By Unknown on Sabtu, 05 April 2014 | 11.35

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, menilai laga leg kedua perempat final Liga Champions kontra Manchester United kini lebih penting ketimbang menghadapi Augsburg di ajang Bundesliga.

Bayern saat ini sudah berstatus sebagai juara Bundesliga musim 2013-14. Dengan begitu, hasil pertandingan sisa Bundesliga sudah tidak akan memengaruhi posisi skuad Die Rotten.

Sementara itu, Bayern bermain imbang 1-1 dengan MU pada leg pertama perempat final Liga Champions. Kedua tim akan kembali bertemu di Allianz Arena pada Rabu (9/4/2014).

"Augsburg adalah pertandingan penting, tetapi laga pada Rabu melawan Manchester United lebih penting," ungkap Guardiola.

"Saya akan sedikit merotasi tim dan skuad. Kami akan mencoba beberapa hal sebelum menghadapi pertandingan melawan MU."

"Ini akan menjadi kompetisi yang adil dan kami harus menunjukkan rasa hormat kepada lawan-lawan kami. Jadi, saya akan mencoba dan memenangkan laga (kontra Augsburg)," tutur Guardiola.


11.35 | 0 komentar | Read More

Fokus MU Kini Newcastle, Bukan Bayern

TRIBUNMANADO.CO.ID— Manajer Manchester United (MU) David Moyes menilai timnya kini tengah fokus menghadapi Newcastle United pada ajang Premier League, bukan Bayern Muenchen pada Liga Champions.

MU bermain imbang 1-1 dengan Bayern pada leg pertama di Old Trafford. Pertandingan leg kedua akan digelar di Stadion Allianz Arena, Rabu (9/4/2014).

Sebelumnya, MU akan lebih dulu menghadapi Newcastle di Stadion St James Park, Sabtu (5/4/2014). Moyes pun berharap MU bisa membalaskan dendam kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama di Old Trafford.

"Satu-satunya hal yang kami pikirkan adalah pertandingan melawan Newcastle. Fokus semua kini ke Newcastle. Kami harus pergi ke sana dan bermain bagus serta mendapatkan tiga poin," kata Moyes.

"Kami sedang mencoba untuk membangun sedikit momentum menuju akhir musim. Kami akan menuju ke sana dan mencoba untuk melakukan hal tersebut."

"Jelas, saya memiliki hal lain dalam pikiran, tetapi fokus sekarang adalah Newcastle, dan kami akan mencoba menyeimbangkan hal-hal ini secara benar."

"Kami mendapatkan hari ekstra untuk memulihkan fisik. Bermain pada Sabtu, kemudian Rabu, lebih baik ketimbang pekan lalu ketika kami bermain pada Sabtu, setelah itu kembali bermain pada Selasa."

"Namun, pesan yang disampaikan kepada para pemain adalah fokus melawan Newcastle United. Ini adalah pertandingan selanjutnya bagi MU, dan merupakan salah satu pertandingan penting," tambah Moyes.


11.35 | 0 komentar | Read More

Kampanye Negatif Tak Akan Berhasil

TRIBUNMANADO.CO.ID- Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi mengatakan serangan yang dilancarkan para elite Partai Gerindra terhadap bakal capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo tak akan mampu meraih simpati masyarakat. Sebaliknya, Gerindra justru membuat Jokowi semakin besar.

Burhan menyarankan, jika ingin membuat masyarakat berpikir, sebaiknya Gerindra mengkritik Jokowi melalui visi dan misi. Dia menyebutkan, sebelum Jokowi ditetapkan sebagai bakal capres, suara Gerindra mencapai 11,3 persen. Namun, setelah Jokowi ditetapkan sebagai bakal capres dan elite Gerindra mulai gencar menyerang Jokowi, suara partai itu turun menjadi 10,5 persen.

"Gerindra harus ambil survei ini hati-hati karena belum pernah ada capres yang melakukan model negative campaign dan bisa menangguk suara secara signifikan. Secara politik, cara itu tidak berhasil di Indonesia," ujar Burhan di Jakarta, Kamis (4/4/2014).

Dia mengatakan, karakter masyarakat Indonesia yang melodramatik membuat masyarakat justru simpati pada sosok Jokowi. Umumnya, kata Burhan, masyarakat akan lebih membela orang yang terzolimi. Oleh karena itu, di hari terakhir kampanye ini, Burhan menyarankan Gerindra tak menyerang Jokowi secara frontal.

Kritik Gerindra terhadap Jokowi, lanjutnya, bisa dilakukan dengan cara yang lebih elegan misalnya dengan menanyakan visi dan misi Jokowi yang hingga kini masih tak terdengar.

"Akan jauh lebih baik, Prabowo menyerang platform Jokowi itu. Saya tidak pernah mendengar kalau Jokowi jadi Presiden, dia akan membawa ke mana Indonesia itu. Ini bisa positif, apalagi Gerindra punya enam program aksi nyatanya itu. Tentu akan lebih menarik," kata Burhan.

Seperti diberitakan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kampanye terbukanya kerap menyindir sikap Jokowi. Prabowo menyindir keputusan Jokowi maju sebagai bakal capres padahal sudah berjanji akan membenahi Jakarta selama 5 tahun.

"Ada seorang tokoh politik yang bikin statement yang kemarin saya baca di koran. Dia mengatakan jangan saling menjelek-jelekkan. Saya setuju menjelek-jelekkan orang itu tidak baik," katanya.

Prabowo mengatakan, orang tersebut telah mengajarkan berpolitik santun kepadanya. Menanggapi hal tersebut, mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, hal itu aneh sehingga akhirnya dirinya membuatkan sebuah sajak yang ia beri judul "Asal Santun".

Berikut ini sajak yang dibuat oleh bekas Panglima Kostrad itu.

Boleh bohong asal santun
Boleh mencuri asal santun
Boleh korupsi asal santun
Boleh khianat asal santun
Boleh ingkar janji asal santun
Boleh jual negeri asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan negara kepada asing asal santun

Prabowo melihat pernyataan tokoh tersebut sebagai lahirnya sebuah budaya politik baru yang ia sebut budaya politik "boleh bohong". Padahal, kata dia, hampir semua orang selalu diajarkan untuk berkata jujur.

Sebelumnya, capres PDI-Perjuangan Joko Widodo meminta agar lawan politiknya bersaing secara santun dengan tidak saling ejek maupun menyerang secara politik. Jokowi mengajak para pesaingnya beradu gagasan atas persoalan di Indonesia.


11.35 | 0 komentar | Read More

Hanya Empat Anggota DPR tak Dapat Nilai Merah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Masa jabatan seluruh personil Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR) RI sebentar lagi akan berakhir. Mereka pun bisa terpilih kembali jika masyarakat masih menghendaki untuk menjadi anggota DPR RI.

Nah, dari para anggota DPR tersebut ternyata hampir seluruhnya memiliki raport merah. Dari 519 anggota DPR hanya empat yang mendapat nilai sangat baik versi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI).

Keempatnya mendapat nilai di atas 8, dengan skala 1 hingga 10. Keempat orang tersebut masing-masing Muhidin Said, Riswan Tony, Ali Wongso H Sinaga, dan Aditya Anugrah Moha.

"Mereka mendapat nilai sangat baik," sebut Ketua Formappi Sebastian Salang melalui rilis yang diterima Tribun Manado, Sabtu (5/4/2014).

Sementara nilai untuk anggota lain bervariasi mulai dari baik, cukup, dan sangat buruk. Sayangnya lebih 50 persen anggota DPR RI periode 2009-2014 mendapat rapor merah alias nilai sangat buruk.

"Wakil perempuan yang nilainya bagus 8,07 dengan predikat baik hanya satu, yaitu DR Dewi Aryani dari PDIP, dari Komisi VII," tambah Sebastian.

FORMAPPI menilai 519 anggota dewan itu didapat setelah menyisihkan wakil rakyat yang sudah meninggal, diganti, dan menjabat pimpinan DPR.

Tahun yang menjadi fokus penilaian adalah 2012. Sebab di tahun itu menjadi pusat keaktifan anggota. Produktivitas DPR tengah tinggi.

Sementara untuk 2014, FORMAPPI tak menilainya karena banyak kegiatan politik. Anggota DPR pun dipastikan lebih sibuk di daerah pemilihan untuk partai masing-masing ketimbang di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.


11.35 | 0 komentar | Read More

Kata Orang Papua tentang Sosok Jokowi

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAYAPURA - Kota Jayapura, Papua menjadi titik terakhir kampanye pemilihan kursi legislatif calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo. Beragam komentar pun mengiringi kedatangan Jokowi di bumi cenderawasih itu. Ada yang mengenal sosok Jokowi, ada pula yang tidak mengenalnya. Ada yang pasti memilih, ada juga yang ragu, bahkan menegaskan tidak memilihnya.

Maria Wadi Griapon (50), salah satu pedagang tomat di Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura, Papua, misalnya. Dia hanya tahu sosok Jokowi melalui media televisi saja karena belum pernah berkunjung ke Papua sebelumnya. Oleh sebab itu, dia merasa penasaran seperti apa rupa Jokowi.

"Saya baru tahu Jokowi datang tadi pagi. Mau lihat seperti apa dia," ujarnya kepada Kompas.com, beberapa saat sebelum Jokowi datang ke pasar itu, Sabtu (5/4/2014) siang.

Soal apakah ibu lima anak tersebut akan memilih Jokowi menjadi presiden Indonesia, dia hanya tersenyum. Wanita yang telah berjualan tomat lebih dari 25 tahun di pasar tersebut mengatakan bahwa hal itu tergantung dengan apa yang dibisikkan Tuhan kepada dirinya saat dia masuk di bilik tempat pemungutan suara, Juli 2014 mendatang.

Berbeda dengan Maria, Linda Sani (45), pengunjung pasar mengaku mengetahui sosok Jokowi meski hanya melalui media masa televisi. Bahkan, ibu asli Jayapura yang salah satu anaknya tengah berkuliah di New Zealand itu tidak ragu lagi menyebutkan siapa calon presiden yang bakal dipilihnya.

"Jokowi sudah tidak ada lawan lagi. Pak Prabowo juga. Kedua orang itu sudah terbukti," ujarnya sembari mengacungkan kedua jari jempolnya.

Linda mengatakan, alangkah baiknya jika Jokowi dan Prabowo menjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Menurutnya, warga Papua membutuhkan sosok yang merakyat seperti Joko Widodo dan sosok yang tegas seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara itu, Simon, penjual buah pinang di pasar terbesar di Papua, mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengenal Jokowi. Di rumahnya, tidak ada televisi. Terlebih, dia tidak dapat membaca. Dia mengaku bakal memilih siapapun calon presidennya asalkan calon tersebut memberikan uang kepada rakyat.

"Siapapunlah, kalau dia orang buang-buang duit, ah itu sudah, kita pilih dia saja," ujarnya.

Simon mengaku tidak mengetahui jika membagi-bagikan uang pada saat kampanye dilarang berdasarkan peraturan.

"Oh, tidak bolehkah? Kalau begitu kasih uang sembunyi-sembunyi memang," lanjutnya sembari memisahkan buah pinang dari batangnya.

Jokowi sendiri datang ke pasar tersebut pukul 12.25 WITA. Kedatangan Jokowi menarik perhatian ratusan orang di pasar tersebut. Warga, baik pengunjung pasar atau pedagang berebut salam dan berebut berfoto bersama Jokowi.


11.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger